LPSK Sesalkan Safe House Tak Penuhi Standar Keamanan

Fauzan Hilal    •    19 Mei 2015 10:59 WIB
penelantaran anak
LPSK Sesalkan <i>Safe House</i> Tak Penuhi Standar Keamanan
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai (tengah). (Foto:MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyesalkan rumah aman yang digunakan untuk melindungi anak korban penelantaran, dikunjungi banyak orang. Seharusnya safe house bebas dari kunjungan banyak pihak.
 
"Rumah aman seharusnya tidak mudah dikunjungi dan diekspose, ini demi keamanana mereka juga,” kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai dalam siaran persnya yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (19/5/2015).
 
LPSK sangat mendukung anak-anak tersebut dievakuasi ke rumah aman, sehingga mereka mendapat penanganan yang baik dan tidak menjadi korban lagi. "Perlu ada standar keamanan yang ketat untuk rumah aman," kata Semendawai.
 
Dalam Pasal 41 Undang-Undang (UU) No 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, diatur ketentuan pidana terkait pihak yang memberitahukan keberadaan rumah aman yang sedang ditempati korban. Bagi yang melakukan dapat dipidana tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta.
 
“Kami harap semua pihak yang saat ini menangani korban turut menjaga kerahasiaan rumah aman sesuai ketentuan yang berlaku. Ini untuk kepentingan anak-anak itu juga,” ujarnya.
 
Seperti diberitakan, anak-anak korban penelantaran di Citra Gran Cibubur Bekasi saat ini diungsikan ke rumah aman. Namun, rumah aman itu sangat mudah diakses oleh banyak pihak, termasuk media yang menyertai kunjungan beberapa pejabat, seperti Kadiv Humas Polri ke rumah aman tersebut.
 


(FZN)

Pemain Madrid Ini yang Diwaspadai Pochettino
Jelang Real Madrid vs Tottenham Hotspur

Pemain Madrid Ini yang Diwaspadai Pochettino

1 hour Ago

Penampilan Isco musim ini ternyata mendapat perhatian dari pelatih Tottenham Hotspur Mauricio P…

BERITA LAINNYA
Video /