Orangtua Pengusir Anak Positif Narkoba, BNN: Ini Bukti Indonesia Darurat Narkoba

K. Yudha Wirakusuma    •    19 Mei 2015 11:24 WIB
penelantaran anak
Orangtua Pengusir Anak Positif Narkoba, BNN: Ini Bukti Indonesia Darurat Narkoba
Orangtua yang mengusir anaknya, Utomo dan Nurindiah--Metrotvnews.com/Husain Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Belakangan kita dikejutkan dengan penemuan sabu di rumah Utomo Pernomo dan Nurindria. Belakangan diketahui, suami istri penelantar lima anaknya itu positif pemakai narkoba.

Deputi Pencegahan BNN, Antar M.T. Sianturi menuturkan, fakta itu membuktikan bahwa Indonesia sudah masuk tahap darurat narkoba.

"Semakin gencar dicari, maka pengungkapan terhadap penyalahgunaan narkoba makin banyak terungkap. Kasus pasutri di Cibubur yang menelantarkan kelima anaknya adalah salah satunya," kata Antar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2015).
 
Menurut Antar, masyarakat ataupun lingkungan tempat kerja juga bisa berperan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Pemasangan spanduk, baliho, standing banner, di tempat kerja yang mengusung tema penyelamatan terhadap pengguna narkoba melalui rehabilitasi merupakan salah satu contoh yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan bagi karyawan dan keluarganya," urainya.  

Deputi Rehabilitasi BNN Diah Setia Utami menyebutkan, pola penyalahgunaan narkoba saat ini bukan hanya milik orang beruang.

"Pengedar pun makin kreatif dan inovatif (dikemas sebagai permen atapun kue brownies, misalnya). Jadi siapa pun bisa menjadi korbannya, baik itu akademisi, hakim, polisi, bahkan anak-anak sekalipun, tak ada jaminan bahwa pribadi dan keluarganya pasti akan terbebas dari narkoba," ujar Diah.

Diah menambahkan, pencanangan gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkoba merupakan langkah tepat dalam menanggulangi prevalensi pengguna narkoba yang sudah mencapai 4 juta jiwa (data Puslitkes UI dan BNN, 2014). Sebanyak 943.000 di antaranya adalah pecandu. Program tersebut dimaksudkan mendorong pengguna narkoba dan keluarganya untuk lapor diri ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan mendorong penegak hukum berorientasi pada penghukuman rehabilitasi dalam memproses pengguna narkoba.

Namun, menurut Diah, masyarakat cenderung tidak peduli terhadap permasalahan narkoba, karena masyarakat tidak pernah terlibat ataupun melihat langsung dampak dari penyalahgunaan narkoba bagi korban ataupun keluarganya. Masyarakat menganggap penyalahguna narkoba merupakan tindakan kriminal yang harus dipenjarakan agar memberikan efek jera.

Sedangkan bagi keluarganya, enggan lapor karena takut ditangkap ataupun malu karena dianggap sebagai aib. Bahkan tak jarang korban penyalahguna "berobat" ketika sudah dalam kondisi parah.


(YDH)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

2 hours Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /