Akademisi: Carut Marut Tata Kelola Pangan, Akibat Problem Regulasi

Dero Iqbal Mahendra    •    19 Mei 2015 11:25 WIB
pangan
Akademisi: Carut Marut Tata Kelola Pangan, Akibat Problem Regulasi
Ilustrasi. Antara/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Jakarta: Dekan Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria menilai, kelemahan di sektor pangan selama ini berkaitan dengan implementasi regulasi, dimana banyak Undang-Undang (UU) pangan yang memang tidak bisa diimplementasikan sebab terkendala peraturan turunannya. Menurutnya, selama ini dalam penyusunan UU sifatnya terlalu general dan tidak pernah disertai dengan draf PP atau peraturan turunan lainnya.

Sehingga ketika pada saat akan diimplementasikan peraturan turunannya baru terlihat banyak kelemahan dari UU tersebut.

"Problem kita adalah eksekusi dari UU yang sudah ada, misalnya UU pangan yang belum adanya lembaga regulator yang mengatur semua hal tentang pangan sehingga carut marut tata kelola pangan baik itu persoalan data dan banyak hal bisa diselesaikan bila ada satu lembaga yang mengurus hal tersebut sesuai amanat UU," ujar Arif di Jakarta, seperti dikutip Selasa (19/5/2015).

Dia berharap kedepannya untuk setiap UU yang dibuat harus sudah mulai menyertakan aturan turunan, baik dalam bentuk PP atau lainnya. Sehingga begitu UU keluar langsung disertai PP dan aturan turunan lainnya seperti halnya yang terjadi di Jepang. Dengan begitu, tidak perlu ada jeda waktu lima atau enam tahun untuk dimulainya eksekusi UU tersebut dimana sebetulnya sudah terlambat.

"Pemerintahan Jokowi perlu melakukan listing seluruh perangkat perundang-undangan yang berkaitan dengan pangan dan kemudian dilihat bagaimana kerangka eksekusinya dan kemudian dibuat roadmap yang jelas. Tentunya hal ini akan lebih efektif dan tentunya akan sangat konstitusional," pungkas Arif.


(WID)

Cerita Isco soal Persaingan Tempat Utama di Madrid
Jelang Real Madrid vs Tottenham Hotspur

Cerita Isco soal Persaingan Tempat Utama di Madrid

25 minutes Ago

Gelandang Real Madrid Isco membeberkan perjuangannya untuk mendapatkan tempat utama di Madrid. …

BERITA LAINNYA
Video /