Tekanan Rupiah Berlanjut, Pengamat: BI Rate Tidak Perlu Naik

Suci Sedya Utami    •    19 Mei 2015 13:32 WIB
bi rate
Tekanan Rupiah Berlanjut, Pengamat: BI Rate Tidak Perlu Naik
Ryan Kiryanto (MI/M IRFAN )

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) terkait suku bunga acuan atau BI rate. Pada konteks ini, BI diharapkan mempertahankan level BI rate atau tidak menaikkannya.

Kepala Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto menilai, BI sebaiknya tetap mempertahankan BI rate di level saat ini yakni 7,5 persen. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat ekspektasi inflasi yang masih terbilang tinggi. Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berlanjut, ditambah defisit transaksi berjalan yang masih cukup besar

"Maka, sebaiknya BI rate di tahan di level 7,5 persen. Ini juga sejalan dengan tingkat kepercayaan pasar terhadap level BI rate yang stabil dalam beberapa bulan terakhir ini," kata Ryan, kepada Metrotvnews.com, melalui pesan singkat, di Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Meski diminta mempertahankan level tersebut, namun Ryan menilai, bukan berarti Indonesia harus mengikuti langkah Tiongkok yang memangkas suku bunganya karena pertumbuhan ekonominya mengalami perlambatan, di mana hal tersebut dilakukan Tiongkok agar bisa memacu konsumsi rumah tangga. 

Pernyataan Ryan tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia juga mengalami perlambatan ekonomi, bahkan menurun di kuartal I-2015 menjadi 4,71 persen.

"Yang harus dipicu adalah belanja pemerintahannya, bukan konsumsi rumah tangganya karena akan berdampak pada inflasi. Di Tiongkok, suku bunga acuan diturunkan karena tidak punya masalah dengan inflasi dan CAD," pungkasnya.


(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /