Industri Otomotif

Honda Tolak Gugatan Keluarga Korban Tabrakan Honda City 2012 Lalu

Ainto Harry Budiawan    •    19 Mei 2015 17:41 WIB
honda mobil
Honda Tolak Gugatan Keluarga Korban Tabrakan Honda City 2012 Lalu
Honda Prospect Motor, tolak gugatan dari keluarga korban tewas tabrakan. MTVN/A Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Honda Prospect Motor (HPM) hari ini, 19 Mei, melakukan klarifikasi terkait gugatan yang dilakukan oleh keluarga korban kecelakaan Honda City  tipe GM2 1.5 S A/T, pada 29 Oktober 2012 silam. Penggugat mendalilkan pelanggaran UU nomor 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen karena airbag pada mobil tersebut tidak mengembang.

HPM menyatakan menolak gugatan yang dilakukan Maringan Aruan karena beberapa hal. Pertama HPM tidak menemukan kerusakan atau cacat produksi pada sistem SRS Airbag mobil tersebut.

"Kami telah mengirim SRS Airbag ke Jepang untuk dilakukan penelitian, apakah memang ada kerusakan. Hasil penelitian menyatakan tidak ada gangguan pada komponen tersebut," papar Muhamad Zuhdi, Technical Training Manager HPM.

Kemudian kecelakaan yang dialami anak penggugat tidak memenuhi kondisi atau prasyarat yang memicu mengembangnya SRS Airbag. Salah satunya sudut tabrak yang lebih dari 30 derajat, dan tabrakan tiang secara frontal pada bagian tengah mobil. Kejadian inilah yang dialami korban saat kecelakaan terjadi.

Kemudian korban meninggal bukan karena tidak mengembangnya SRS Airbag, melainkan karena tertusuk besi pagar pembatas jalan yang ditabrak. Sebaik apapun perangkat keamanan yang dipasang dalam kendaraan, tetap tidak mampu menjamin 100 persen pengemudi atau penumpang selamat dari kecelakaan atau tidak mengalami cedera atau kematian.

"Oleh sebab itu diperlukan adanya tanggung jawab setiap pengemudi dalam berlalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor," sambung Zuhdi.

Dan kemudian tuntutan penggugat sebesar Rp56 miliar terhadap HPM tidak mendasar. Penggugat meminta HPM membayar ganti rugi yang termasuk didalamnya adalah biaya mengganti biaya hidup anak penggugat. Pasalnya sang korban selama delapan tahun menempuh pendidikan di luar negeri.

HPM pun telah melakukan mediasi namun menemui jalan buntu, hingga akhirnya sidang pertama dilakukan pada Februari silam dan berlanjut hingga hari ini di pengadilan negeri Jakarta Selatan.


(UDA)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /