Kisah SAR Angkat Tubuh Erri: Suhu Panas hingga Celana Robek

Pythag Kurniati    •    19 Mei 2015 17:58 WIB
pendaki jatuh di kawah merapi
Kisah SAR Angkat Tubuh Erri: Suhu Panas hingga Celana Robek
Tim SAR di sekitar lokasi Erri Yunanto terperosok di Merapi, Metrotvnews.com/ Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Boyolali: Tak mudah bagi tim SAR dan relawan mengangkat tubuh Erri Yunanto yang terperosok ke kawah di bawah Puncak Garuda Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah. Mereka tak boleh lengah menghadapi kondisi alam yang ekstrem.

Pada Sabtu 16 Mei 2015, tim SAR mendapat laporan seorang pendaki jatuh terperosok ke kawah di bawah Puncak Garuda. Tim lalu berkoordinasi untuk menyelamatkan pendaki.

Mereka paham kondisi alam bukanlah medan yang 'menyenangkan'. Mereka berhadapan dengan ketidakpastian.

Kawah berada di bagian puncak gunung. Kawah mengeluarkan gas beracun. Suhu dasar kawah mencapai lebih dari titik didih air 100 derajat Celcius. Bahkan pada sehari setelah kejadian, Minggu 17 Mei 2015, suhu kawah mencapai 460 derajat Celcius.

Celakanya, dinding di sekitar kawah terdiri dari tanah dan pasir. Bila tak berhati-hati, longsor mengancam keselamatan tim. Dinding kawah curam. Saat tim memanjati dinding itu, bebatuan rapuh dan lepas saat dipijak. Di waktu-waktu tertentu, kabut menebal dan membatasi jarak pandang.

Siapa yang tak takut dengan kondisi tak menentu itu. Tim yang memang bertugas menyelamatkan orang seperti SAR pun diliputi rasa takut.

"Sebagai manusia biasa kita pasti punya rasa takut. Tapi rasa takut berguna supaya kita punya kewaspadaan saat mengevakuasi," ungkap Kepala Basarnas Semarang, Agus H, Selasa (19/5/2015).

Lantaran itu, mereka menyiapkan peralatan khusus seperti masker, pakaian, dan sepatu antipanas. Namun yang penting, tim harus berani dan waspada saat mengangkat Erri ke bibir kawah.

Saat menjangkau kawah, Senin (18/5/2015), tim tak menemukan tanda-tanda pergerakan tubuh Erri. Meski demikian, tim tetap mengupayakan mengangkat Erri.

Apa mau dikata, kondisi alam tak mendukung. Setelah tim memastikan kondisi Erri yang tak bernyawa lagi, mereka pun menyatakan tak dapat mengangkat Erri ke bibir kawah di malam hari.

"Kita bekerja pada waktu tertentu tergantung kondisi di kawah," jelas Kepala BPBD Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo.

Setelah berkoordinasi, mereka pun sepakat mengangkat jenazah pada Selasa (19/5/2015) siang. Di saat kondisi aman, beberapa anggota SAR pun turun ke kawah.

"Saking panasnya suhu di kawah, celana beberapa rekan robek," aku Fajar.

Hingga akhirnya, tim berhasil mengangkat Erri ke bibir kawah. Perjuangan belum berakhir. Mereka masih harus membawa Erri ke pintu masuk pendakian Selo. Lalu, Erri dibawa ke RSUD Boyolali.

Keberanian dan kewaspadaan memang menjadi modal SAR. Beberapa hari mereka tak bisa pulang ke keluarga masing-masing. Mereka menginap di Pasar Bubrah yang berlokasi sekitar 200 meter dari kawah tempat Erri jatuh.

"Sebagai pengusir sepi, bertemu dengan para relawan dan berbagi kisah itu juga sudah mengendorkan urat yang tegang selama mengevakuasi," pungkas Fajar.


(RRN)


Video /