Smesco Gandeng Doosan Infracore Latih UKM Manufaktur

Husen Miftahudin    •    20 Mei 2015 08:51 WIB
umkm
Smesco Gandeng Doosan Infracore Latih UKM Manufaktur
Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi (kanan) bersama Senior Vice President Doosan Infracore Co., Ltd. Lee Jeong Geun usai tanda tangan MoU di Smesco Hills, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. FOTO: dokumentasi Smesco

Metrotvnews.com, Jakarta: Smesco Indonesia terus melakukan terobosan untuk membentuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM) menjadi terampil di dunia bisnis industri.

Salah satunya dengan menerima tawaran Pemerintah Korea menjalin program kemitraan bisnis dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dengan perusahaan Korea yang bergerak di bidang pembuatan mesin perkakas, Doosan Infracore Co., Ltd.

Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengatakan kerja sama itu sebagai bentuk kesepakatan pelaksanaan pelatihan dan alih teknologi yang dimulai pada 18 Mei hingga 12 Juni 2015 di Grand SMESCO Hills, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

"Penandatanganan MoU itu sekaligus sebagai pembukaan program pelatihan dan alih teknologi penggunaan mesin perkakas bagi UKM Manufaktur Indonesia," ujar Zabadi melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Menurut Zabadi, Korea mengutus Lembaga The Korea International Cooperation Agency (KOICA) ke Jakarta, dengan memboyong Doosan Infracore Co., Ltd. Perwakilan dari Doosan Infracore akan melatih para UKM Manufaktur Indonesia.

Pelatihan itu, papar dia, bertajuk Indonesia Machine-Tools Up-Grading Training Program for SMEs. Sedangkan penyelenggaraan pelatihan tersebut, kata dia, perusahaan Doosan menawarkan kerja sama dengan LLP-KUKM sebagai pengelola SMESCO RumahKU (rumahnya koperasi dan UMKM) dengan memanfaatkan fasilitas ruang training yang berbasis komputer di Grand SMESCO Hills.

Pelatihan tersebut, jelas Zabadi, terdiri dari dua bagian. Pertama, pelatihan untuk instruktur (training of trainers program) sebanyak 15 orang. Kegiatannya mulai 18 Mei hingga 12 Juni 2015, yang terbagi menjadi theoritical course di Grand SMESCO Hills, selama dua minggu dan practical course di Dealer Dossan, Cikarang, Bekasi.

Sedangkan kedua, kata Zabadi, pelatihan untuk operator mesin (operator's level training program). Itu diikuti sebanyak 60 orang untuk dua angkatan. Kegiatannya akan dilaksanakan pada September dan November 2015 di Grand SMESCO Hills yang akan melibatkan para instruktur yang telah dilatih tersebut.

"Pelatihan itu sebagai terobosan untuk mencetak para UKM handal di bidang craft, silver, logam, dan lainnya. Nantinya, lulusan pelatihan ini juga bisa disalurkan untuk melatih para UKM yang bergerak pada central logam di Tegal, Klaten, dan juga Purbalingga. Saya juga berharap dari pelatihan ini ada yang diboyong ke Korea untuk mengikuti pelatihan lanjutan di pusat pembuatan mesin perkakas Doosan Infracore," ungkap Zabadi.

Sementara itu, Senior Vice President Doosan Infracore Co., Ltd. Lee Jeong Geun menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melaksanakan program pelatihan SDM terampil mesin perkakas pada UKM Manufaktur Indonesia. Hal ini merupakan langkah pertama dalam rangka mengatasi permasalahan minimnya SDM terampil mesin perkakas pada industri mobil, perkapalan, dan IT.

"Kita bukan menjual mesin, tapi kita memberikan ilmu untuk mendorong rencana pengembangan ekonomi Indonesia. Dari peserta terbaik kategori instruktur, akan diambil lima orang untuk mengikuti pelatihan lanjutan ke Korea di pusat Doosan Infracore," pungkas Lee.


(AHL)