Callejon: Messi Sebut Karanka Boneka Mourinho

- 01 Februari 2013 22:15 wib
<p><span class=REUTERS/Juan Medina/zn

" />

REUTERS/Juan Medina/zn

Metrotvnews.com, Madrid: Penyerang Real Madrid Jose Callejon menegaskan Lionel Messi menghina asisten pelatih Aitor Karanka, dengan menyebutnya sebagai "boneka Jose Mourinho", sesaat setelah timnya ditahan 1-1 Barcelona di semi final Copa del Rey.

Pemain 25 tahun itu juga menyebut La Pulga mendekati Arvalo Arbeloa usai pertandingan, membenarkan kabar yang menyebut keduanya terlibat adu mulut di area parkir Santiago Bernabeu.

"Messi menyebut Karanka 'boneka Mourinho' dan kemudian menghina Arbeloa usai pertandingan," demikian pengakuan Callejon dalam konferensi pers.

"Di lapangan, ini memanas dan kami paham mengapa orang mengatakan penyesalan belakangan. Tapi, orang profesional itu menunggu hingga satu jam, satu setengah jam, untuk menghina seorang pria dan istrinya, sedikit berlebihan," cetusnya.

Callejon berujar, orang baik tidak selalu baik dan orang jahat tidak selalu jahat.(Goal/RZY)

()

INGGRIS
SPANYOL
ITALIA
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.