Berantas Prostitusi

Pengamat: Wajah Pelanggan PSK Dipublis ke Medsos Berpotensi Timbulkan Efek Jera

K. Yudha Wirakusuma    •    20 Mei 2015 13:09 WIB
prostitusi online
Pengamat: Wajah Pelanggan PSK Dipublis ke Medsos Berpotensi Timbulkan Efek Jera
Ilustrasi razia PSK--MI/Dede Susanti

Metrotvnews.com, Jakarta: Usulan mempublis wajah pengguna jasa prostitusi berpotensi memberikan efek jera. Namun, usulan tersebut dianggap hanya merugikan pengguna jasa prostitusi.

"Menurut saya dengan cara itu pastinya akan merugikan yang bersangkutan (pengguna jasa prostitusi). Karena dia punya keluarga dan saudara. Belum lagi anak dan istri. Pekerjaannya juga menjadi taruhan dan lain sebagainya," kata pengamat sosial Achmad Chusairi saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Rabu (20/5/2015).

Dia menambahkan, masalah prostitusi adalah masalah yang rumit. Sebab, tidak hanya pengguna jasa prostitusi yang memiliki peran. Namun ada juga permasalahan di balik prostitusi itu.

"Misalnya pengguna jasa prostitusi kenapa mau jadi pengguna jasa prostitusi? Mungkin karena psikisnya pengguna dan kehidupan pribadinya, termasuk pekerja seks komersial (psk) karena muncul macam-macam," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah harus menyelesaikan masalah prostitusi sampai ke akarnya. "Misalnya masalah prostitusi itu faktor kemiskinan, ya harus ada pemerataan pembangunan," ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingin Indonesia meniru cara kerja pemerintah Swedia dalam menangani kasus prostitusi. Khofifah menuturkan di Swedia customer prostitusi tidak hanya didenda dan dipenjara, tapi juga wajahnya bisa dipublis di media sosial (medsos).

Dia mengatakan, pemerintah Swedia mampu memberantas prostitusi karena adanya kesetaraan perlakuan bagi pelaku prostitusi.

Menanggulangi kasus prostitusi, Kemensos sudah menyiapkan beberapa program. Program ini ditujukan untuk PSK yang terpaksa bekerja karena faktor ekonomi. "Kemensos punya program lebih kepada PSK mid-low society. Makanya, kami siapkan Panti Sosial Karya Wanita (PSKW). Di PSKW mereka diberikan bekal vocational trainning. Dan dapat uang Rp3 juta juga kalau pulang, tapi kalau prostitusi online 3 jam Rp200 juta? Inikan life style," pungkasnya.


(YDH)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

9 hours Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /