Pernah Kritik Jokowi soal BG, mantan Penasihat KPK Pesimistis Masuk Pansel

Yogi Bayu Aji    •    20 Mei 2015 14:37 WIB
pansel kpk
Pernah Kritik Jokowi soal BG, mantan Penasihat KPK Pesimistis Masuk Pansel
Abdullah Hehamahua. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua digadang-gadang masuk dalam bursa calon panitia seleksi calon pimpinan (Capim) KPK. Namun, dia pesimistis bisa masuk dalam tim tersebut.

Pansel KPK nantinya akan disahkan Presiden Joko Widodo. Namun, Abdullah mengaku sempat berseberangan dengan Jokowi soal pencalonan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai kapolri.

"Mungkin saya tidak akan dipilih karena terlalu keras mengkritik Presiden tentang kasus BG," kata Abdullah dalam pesat singkat kepada wartawan, Rabu (20/5/2015).

Abdullah menjelaskan, sampai saat ini belum ada kabar dari istana soal pemberian mandat kepadanya untuk menjadi anggota pansel capim KPK. Dia pun belum bisa berbicara lebih jauh soal peluangnya masuk ke tim tersebut.

"Maaf, sampai sekarang, saya belum dihubungi siapa pun tentang hal itu," tegas dia.

Sebelumnya, sejumlah nama muncul ke permukaan sebagai calon anggota tim pansel capim KPK. Mereka adalah Saldi Isra, Zainal Arifin Mochtar, Jimly Asshidiqie, Tumpak Panggabean, Refly Harun, Erry Riana Hardjapamekas, Oegroseno, Romli Atmasasmita, Margarito Kamis, Chairul Huda, Imam Prasodjo, dan Abdullah Hehamahua.

Ke-12 nama itu diketahui memiliki latar belakang sarjana hukum. Namun, Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak Margarito dan Romli Antasasmita masuk dalam pansel.

ICW beralasan, dua pakar hukum itu pernah jadi ahli di sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan dengan termohon KPK. Romli dan Margarito jadi ahli yang diajukan kubu Budi Gunawan.


(KRI)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

9 hours Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /