Busyro Muqoddas: Dubes Burhan Intelijen Andal

Ahmad Mustaqim    •    20 Mei 2015 20:48 WIB
kecelakaan helikopter
Busyro Muqoddas: Dubes Burhan Intelijen Andal
Busyro Muqoddas saat melayat ke rumah Dubes RI untuk Pakistan, Burhan Muhammad. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, menilai Indonesia memerlukan diplomat seperti almarhum Dubes RI untuk Pakistan, Burhan Muhammad.

Busyro menjelaskan, Burhan, yang juga menjadi anggota Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai Deputi Luar Negeri dan Deputi Analisa, menjalankan tugasnya sebagai intelijen secara profesional. 

Tak hanya itu, menurutnya, Burhan juga bekerja sesuai etika intelijen dan selalu melakukan analisis secara akademik tanpa mengumbar informasi ke media.

"Negara membutuhkan diplomat seperti dia. Intelijen imparsial yang tidak menjadi kepentingan alat tertentu," kata Busyro di Yogyakarta, Rabu (20/5/2015).

Busyro yang dekat dengan Burhan saat kecil menganggap Burhan sebagai diplomat senior dan layak dijadikan teladan. Hal itu, kata dia, tak lepas dari korelasi latar belakang keluarga besar Dubes Burham yang religius.

Teman SD almarhum Dubes Burhan, Kuswantoro, menegaskan Burhan memang orang yang religius di kalangan rekan-rekannya. "Dia mesti bilang, orang bisa meninggal sewaktu-waktu," ujarnya.

Dubes Burhan meninggal dalam kecelakaan heli di Pakistan beberapa waktu lalu. Akibat kecelakaan itu, ia dirawat di General Hospital Singapura sebeluam akhir meninggal akibat luka bakar mencapai 70 persen.

Dubes Burhan telah dimakamkan di Pemakaman Mondoliko, Mujamuju, Umbulharjo, Yogyakarta, Rabu (20/5/2015). 

Ia dimakamkan tak jauh dari makam istrinya, Hery Listyawati, yang juga menjadi korban kecelakaan heli dan meninggal di tempat kejadian.



(UWA)


Video /