KPU Bantah Hanya Undang Golkar Kubu Agung Dalam Sosialiasi

Achmad Zulfikar Fazli    •    21 Mei 2015 01:31 WIB
pilkada
KPU Bantah Hanya Undang Golkar Kubu Agung Dalam Sosialiasi
Komisioner KPU Hadar N Gumay--MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah hanya mengundang Partai Golkar kubu Agung Laksono dalam sosialisasi tata cara penggunaan aplikasi pencalonan dalam Pilkada Serentak 2015. KPU mengatakan bahwa mereka hanya melayangkan undangan ke pengurus Golkar lewat surat ke Kantor DPP.

"Tidak. Kami kan mengirim surat itu berdasarkan alamat, dari dulu begitu. Kami mengirim surat itu ke kantor sekretariat Golkar. Itu ada di mana? Yang kami punya itu kantor yang ada di Slipi," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015) malam.

"Kami tidak pernah membuat 'Kepada Ketua Umum Agung Laksono', tidak. Kepada pengurus Partai Golkar," tegas dia.

KPU hanya memiliki satu alamat kantor DPP Partai Golkar. Sehingga, undangan tersebut hanya diterima pihak yang berkantor di kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat. 

Hadar menegaskan KPU mempersilahkan jika nantinya kedua kubu dari Partai Golkar ini hadir dalam acara sosialisasi Pilkada serentak 2015 tanggal 21 Mei ini.

"Nah kalau besok ada pengurus lain yan datang boleh, dua-duanya datang pun tidak apa-apa. Tidak kita tolak, tapi kalau kami mengundang yang satunya kemana kami mau mengundang. Kami kan juga tidak tahu, kami kan tahunya alamat Golkar di Slipi itu," ujar dia.

Berbeda halnya dengan PPP, KPU malah melayangkan dua buah undangan bagi partai berlambang Kabah ini. Yakni ke kantor DPP PPP kubu Djan Faridz yang berlokasi di Jalan Diponegoro dan kantor DPP PPP kubu Romahurmuziy yang berlokasi di Jalan Tebet. Sebab, KPU mengaku memiliki database kedua alamat kantor DPP PPP.

"PPP (kubu Romy) dia ngasih alamatnya yang di Tebet itu, kita undang, yang di Dipenogoro (DPP PPP kubu Djan Faridz) juga kita undang," jelas dia.

Hadar meminta agar undangan yang disampaikan oleh KPU ini dianggap bahwa salah satu kubu yang berkonflik berhak ikut Pilkada serentak 2015. Pasalnya, KPU berdalih belum mengetahui kubu mana yang nantinya berhak ikut meramaikan kompetisi Pilkada 2015.

"Jadi buat sekarang ini, jangan diartikan yang diundang itu adalah yang berhak untuk ikut pilkada. Tidak. Jadi karena ini belum tahu mana yang berhak, ini belum penting sekarang, nanti pada saat pendaftaran," tandas dia.


(SUR)


Babak 1: Saling Balas Gol pada Laga Muenchen vs Madrid
Bayern Muenchen vs Real Madrid

Babak 1: Saling Balas Gol pada Laga Muenchen vs Madrid

21 minutes Ago

Selain harus kebobolan gol dari Madrid, pasukan Jupp Heycnkes ini juga kehilangan dua pemain me…

BERITA LAINNYA
Video /