Mei, Aktivitas Manufaktur di Tiongkok Terkontraksi

Ade Hapsari Lestarini    •    21 Mei 2015 11:22 WIB
ekonomi china
Mei, Aktivitas Manufaktur di Tiongkok Terkontraksi
Produksi sebuah pabrik tekstil di Tiongkok tidak terlalu tinggi karena ekonomi melamban. AFP PHOTO CHINA OUT

Metrotvnews.com, Beijing: Aktivitas pabrik (manufaktur) di Tiongkok terkontraksi di Mei dan output menyusut pada tingkat tercepat dalam lebih dari satu tahun.

Sebuah survei swasta menunjukkan kelemahan persisten di ekonomi terbesar kedua di dunia yang memerlukan dukungan peningkatan kebijakan. Demikian seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/5/2015).

Laporan tersebut diikuti data April yang suram, diperkuat pandangan analis bahwa pemerintah harus mengambil langkah-langkah berani untuk memerangi perlambatan ekonomi yang berlarut-larut, karena pertumbuhan terancam turun di bawah tujuh persen untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global.

Data Flash HSBC (Markit Indeks Pembelian Manajer/ (PMI) turun menjadi 49,1 pada Mei, di bawah level 50 poin yang memisahkan pertumbuhan aktivitas dari kontraksi secara bulanan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan laporan sedikit lebih kuat yakni di posisi 49,3, dari laporan akhir April sebesar 48,9. Setelah rebound singkat pada Februari, indeks kini telah kembali di wilayah negatif selama tiga bulan berturut-turut.

Sementara itu, subindeks ekspor pesanan baru jatuh ke level terendah dalam 23 bulan terakhir menjadi 46,8 pada Mei. Sedangkan pesanan baru secara keseluruhan menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat.

Bank sentral diharapkan menurunkan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Serta kemungkinan untuk menurunkan kembali cadangan perbankan untuk mengurangi biaya pinjaman perusahaan dan mendorong lebih banyak pinjaman.

Pemerintah meningkatkan belanja fiskal, dengan fokus yang kuat pada proyek-proyek infrastruktur. Tiongkok telah menyetujui dana sebesar 250 miliar yuan (USD40,30 miliar) untuk proyek kereta api dan kereta bawah tanah sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat menjadi lebih rendah dari tujuh persen pada kuartal pertama. Penurunan ini terjadi setelah enam tahun lamanya dan terbebani oleh pelemahan sektor properti dan menurunnya permintaan domestik serta ekspor, sehingga meninggalkan banyak pabrik menganggur.

Data terbaru menunjukkan ada kerugian lebih lanjut yang akan dihadapi menuju ke kuartal kedua ini, dengan pertumbuhan investasi pada Januari-April jatuh ke level terendah selama hampir 15 tahun. Hal ini memperingatkan adanya risiko bahwa pemerintah tidak akan memenuhi target pertumbuhan sekitar tujuh persen pada tahun ini, bahkan tidak ada tanda-tanda akan memberikan langkah-langkah stimulus tambahan.


(AHL)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

17 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /