Transfer Daerah Melonjak, Penyerapan Belanja Negara Sudah 27,2%

Suci Sedya Utami    •    21 Mei 2015 16:48 WIB
anggaran
Transfer Daerah Melonjak, Penyerapan Belanja Negara Sudah 27,2%
Konpers Kemenekeu. Dok/Suci Sedya Utami

Metrotvnews,com, Jakarta: Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengumumkan realisasi belanja negara hingga 15 Mei 2015 sudah mencapai Rp540,5 triliun atau 27,2 persen dari pagu belanja dalam APBN Perubahan 2015 sebesar Rp1.984,1 triliun. Realisasi ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu Rp497,6 triliun.

Bambang mengatakan, realisasi kali ini lebih didominasi oleh penyerapan transfer daerah dan dana desa yag mencapai Rp237,8 triliun atau 35,8 persen dari yang dianggarkan. Penyerapan transfer daerah dan dana desa ini pun lebih tinggi Rp60 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

"Transfer ke daerah presentasenya memang lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu Rp177,9 triliun," kata Bambang dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2015).

Jika dirinci lebih lanjut, transfer daerah mencapai Rp234,8 triliun dan dana desa mencapai sekitar Rp2,9 triliun. Sekadar update, untuk dana desa penyerapan hingga 20 Mei 2015 sudah mencapai Rp3,8 triliun asekitar 18 persen dari APBNP 2015 atau 45 persen dari kewajiban penyaluran tahan pertama.

Perlu diketahui, total pagu dana desa tahun ini Rp20,7 triliun dimana dibagi tiga tahap. Tahap pertama (April) dan kedua (Agustus) 40 persen, dan tahap ketiga (Oktober) 20 persen. Namun, jika mau mencairkan tahap pertama ada syaratnya, ada peraturan kepala daerah mengenai alokasi dan pemanfaatan dana desa.

Sayangnya sampai hari ini kalau 40 persen dari Rp20 triliun harusnya sekitar Rp8 triliun, tapi ini baru tercapai Rp3,8 triliun karena memang baru 186 kabupaten/kota yang telah memenuhi syarat itu yang disalurkan. Sehingga, bagi kabupaten/kota yang belum memenuhi syarat maka belum bisa dicairkan.  

"Ini yang kita dorong supaya pemerintah kab/kota segera merealisasikan aturan  tersebut sehingga segera ditransfer," tukas dia.

Sementara itu, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sudah mencapai Rp129,5 triliun atau 16 persen dari pagu belanja K/L. Sedangkan untuk non K/L penyerapannya mencapai Rp173,3 triliun atau 33,1 persen.

"Non K/L memang di bawah tahun lalu karena tahun lalu ada subsidi energi yang tahun lalu sebesar Rp105 triliun, sekarang kan baru Rp5 triliun," pungkasnya.


(WID)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /