Terhambat Pembebasan Lahan, Waskita Bakal Konsinyasi

Husen Miftahudin    •    21 Mei 2015 17:19 WIB
tol pejagan-pemalang
Terhambat Pembebasan Lahan, Waskita Bakal Konsinyasi
Pengerjaan proyek Tol Pejagan-Pemalang. Dok/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Cirebon: Pemerintah menghadapi sejumlah kendala dalam proses pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang yang dipersiapkan untuk mudik Lebaran tahun ini. Salah satunya terkait pembebasan lahan kepada enam pemilik dari tujuh bidang lahan yang melintang di tengah pembangunan jalan tol tersebut.

Pemerintah melalui PT Waskita Karya Tbk memberi harga penawaran pembebasan lahan terhadap satu bidang lahan sebesar Rp300 juta. Namun, sang pemilik tak menyetujui harga tawaran itu, mereka meminta harga satu bidang lahan sebesar Rp1,5 miliar.

Hal ini terus berkepanjangan dan belum terjadi titik temu antara kedua belah pihak. Padahal, jalan tol Pejagan-Pemalang tersebut akan dipersiapkan untuk arus mudik dan balik Lebaran yang dalam waktu kurang dari dua bulan akan digunakan.

Pimpinan Proyek Seksi I dan II Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Mulya Setiawan mengungkapkan, pihaknya sulit menyelesaikan seluruh proyek jalan tol seksi I dan II ini untuk persiapan mudik Lebaran. Hal ini karena tenggat waktu penyelesaian proyek jalan tol Pejagan-Pemalang untuk seksi I dan II menghadapi mudik Lebaran akan berakhir pada bulan depan.

"Pembebasan tujuh bidang lahan ini harus selesai bulan Juni ini. Kalau tidak bisa (diselesaikan), kita akan titipkan ke pengadilan atau konsinyasi," ungkap pria yang sering disapa Wawan ini dalam site visit Proyek Pejagan-Pemalang di Kantor Pimpinan Proyek Seksi I dan II, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2015).

Jika begitu, lanjut dia, pembebasan tujuh bidang lahan ini akan memakan waktu lebih lama. Namun demikian, pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai instansi pemberi izin jalan tol dan Kepolisian untuk mengatur jalan tol, sehingga jalan tol Pejagan-Pemalang ini dapat dilintasi para pemudik saat lebaran nanti meski di tengah jalan terdapat beberapa lahan yang masih belum selesai pembebasannya.

Jika diizinkan, sambung Wawan, Jalan Tol Pejagan-Pemalang ini akan dibuka pada H-7 sebelum Lebaran. Namun sebelumnya, dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), BPJT dan Kepolisian akan menyurvei jalan tol tersebut untuk kelaikan jalan tol termasuk persiapan rambu.

"Ini permintaan dari Kemenhub untuk persiapan mudik Lebaran. Nanti izinnya dari BPJT. Jika diizinkan, akan dibuka pada H-7. Namun, kalau memang dibuka dengan segala keadaan yang ada, semua harus dipikirkan bersama, termasuk beberapa lahan yang masih belum dibebaskan," pungkas Wawan.

Sebagai informasi, Tol Pejagan-Pemalang memiliki panjang total 57,50 kilometer (km) dan dibagi dalam empat seksi dalam pembangunan proyeknya. Untuk seksi I dan II yang memiliki panjang hingga 20 km dipercepat pembangunannya sebagai persiapan arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Namun begitu, tak semua seksi I dan II yang akan digunakan untuk arus mudik Lebaran. Hanya sisi timur atau satu jalur jalan tol dengan lebar 10 meter yang akan digunakan. Struktur jalan tol itu pun hanya dengan menggunakan agregat (campuran batu split dengan timbunan tanah) setebal 25 cm, bukan beton.


(WID)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /