Dipanggil KPK, Cici Tegal datang dengan 'Menyamar'

Yogi Bayu Aji    •    22 Mei 2015 11:57 WIB
kasus korupsi
Dipanggil KPK, Cici Tegal datang dengan 'Menyamar'
Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal. Foto: Puspa Perwitasari/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Artis Sri Wahyuningsih alias Cici 'Tegal' dipanggil KPK. Dia akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan tahun anggaran 2007.

Cici 'Tegal' tiba di gedung lembaga antikorupsi itu pukul 10.00 WIB. Dia mengenakan baju pink dan jilbab ungu serta kacamata hitam. Dengan 'penyamaran' ini, Cici sukses mengelabui wartawan.

Kehadirannya baru diketahui ketika dia sampai di dalam lobi Gedung KPK. Dari lobi, dia hanya melempar senyum ke arah wartawan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Priharsa Nugraha menerangkan, Cici hadir sebagai saksi. "Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFS (bekas Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari)," kata Priharsa saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Bukan kali ini saja Cici harus berurusan dengan KPK. Dia pernah bersaksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan terdakwa Rustam Syarifudin Pakaya pada 16 Desember 2012 lalu.

Dia dimintai keterangan perihal aliran dana dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari guna kegiatan konser musik religi yang diadakan Yayasan Orbit binaan Din Syamsuddin. Menurut Cici Tegal, pada tahun 2007, Siti Fadillah adalah salah satu anggota pengajian Yayasan Orbit.

Kegiatan pengajian itu diselenggarakan di rumah Din Syamsudin di Pejaten Elok, Jakarta Selatan. "Bu Siti waktu itu datang bersama asisten dan Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan Syafi'i Ahmad. Waktu itu saya ketua Yayasan Orbit," ujar dia.

Waktu itu, kata Cici, dirinya dipanggil Siti Fadillah ke sebuah ruangan, kemudian Syafi'i memberikan amplop coklat berisi satu bundel cek perjalanan dari Bank BNI dan Bank Mandiri sebesar Rp500 juta. "Kata Bu Siti biar berkah. Kemudian yang mencairkan bendahara Yayasan Orbit, Meidiana Hutomo. Saya bilang terima kasih banyak," kata Cici.

Siti Fadilah ditetapkan tersangka oleh lembaga antikorupsi pada April 2014 silam. Dia disangka menyalahgunakan wewenang saat menjabat sebagai menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu, Siti bertanggungjawab dalam proyek pengadaan alat kesehatan pada tahun 2007.

Siti disangka telah melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ayat 2 KUHP.

Terkait kasus ini, mantan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Kemenkes Ratna Dewi Umar, telah divonis majelis hakim dengan hukuman lima tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Dalam amar putusan Ratna, nama Siti Fadilah kerap disebut.

Selain itu, kasus ini juga menjerat mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes Rustam Syarifuddin Pakaya. Rustam sudah dihukum empat tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam amar putusan, Rustam disebut menerima duit dari Masrizal Achmad Syarief karyawan PT Graha Ismaya sebesar Rp4,97 miliar. Siti Fadillah Supari dan Pejabat Kemenkes Els Mangundap disebut juga kecipratan fulus itu. Siti menerima uang panas senilai Rp1,27 miliar sementara Els Mangundap senilai Rp850 juta.


(KRI)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

2 hours Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /