Menperin Harap RAPP Dongkrak Ekspor Kertas Rp40 Triliun

Husen Miftahudin    •    23 Mei 2015 09:15 WIB
ekspor
Menperin Harap RAPP Dongkrak Ekspor Kertas Rp40 Triliun
Menteri Perindustrian Saleh Husin (kiri) (Foto: dokumen Kemenperin)

Metrotvnews.com, Pelalawan: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong perusahaan berbasis agro meningkatkan kinerja ekspor seiring pemberian insentif fiskal. Hal itu penting karena bakal menggerakkan aktivitas ekonomi dan membantu menyeimbangkan neraca perdagangan.

Maka itu, untuk mendongkrak ekspor Indonesia, Saleh mendorong PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam mendongkrak nilai ekspor hingga mencapai Rp40 triliun melalui pabrik kertas atau Paper Machine (PM) 3 baru mereka. Saat ini sendiri ekspor RAPP baru mencapai sebesar Rp25 triliun.

"Dengan ekspansi berupa pembangunan PM 3, mereka memperkirakan bisa menaikkan ekspor menjadi sekitar Rp30-35 triliun. Tapi saya tantang agar lebih tinggi lagi menjadi Rp40 triliun," ujar Menperin Saleh Husin, melalui keterangan tertulis, Pelalawan, Sabtu (23/5/2015).

Menurut dia, desakan itu bukan sekadar permintaan tanpa memberi fasilitas bagi perusahaan tersebut. Karena sebelumnya, pihak Kemenperin telah membuka peluang memberi fasilitas fiskal berupa tax holiday kepada RAPP.

"Saya yakin, dengan kombinasi kematangan perusahaan, teknologi tinggi, dan kemampuan manajemen yang dikelola orang-orang muda, target ekspor Rp40 triliun dapat tercapai," papar Saleh.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya nilai ekspor akan membantu neraca perdagangan nasional, memperluas lapangan kerja, dan penciptaan nilai tambah yang lebih baik. Selain itu, produktivitas yang dipacu dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah lokasi RAPP di Pelalawan dan Riau. 

Pada saat ini, kapasitas terpasang industri pulp dan kertas nasional masing–masing sebesar 7,93 juta ton pertahun pulp dan 12,98 juta ton pertahun kertas dengan realisasi produksi 6,4 juta ton pertahun pulp dan 10,4 juta ton pertahun kertas. 

Capaian itu membuat Indonesia menjadi produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia di mana industri pulp menempati peringkat 9 dan industri kertas peringkat 6. Sementara di Asia, Indonesia menempati peringkat ke 3 untuk industri pulp maupun kertas.



(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /