Bangun Tanggul Raksasa, Jakarta Terancam Jadi Toilet Terbesar di Dunia

Wandi Yusuf    •    23 Mei 2015 14:21 WIB
lingkungan
Bangun Tanggul Raksasa, Jakarta Terancam Jadi Toilet Terbesar di Dunia
Salah satu sungai di Sunter, Jakarta, MI/ Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Bogor: Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membangun tanggul raksasa atau great sea wall untuk menahan gempuran air laut. Namun rencana itu dianggap keliru bahkan berisiko mengakibatkan Jakarta menjadi toilet terbesar di dunia.

Demikian disampaikan Presiden Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia Bernardus Djonoputro di Bogor, Jawa Barat. Apalagi jika pembangunannya diikuti dengan reklamasi yang memungkinkan untuk membangun kawasan terpadu di atasnya.

"Pembangunan tanggul raksasa memang bagus, tapi kalau pembangunannya disertai (pembangunan) kawasan mix use, itu jadi masalah. Apalagi mengharapkan swasta yang membangun," kata Bernardus, Jumat (22/5/2015).

Bernardus lebih mendukung jika pemerintah DKI Jakarta mengonsolidasikan lahan-lahan terbengkalai untuk menahan banjir maupun rob.

Terpenting, kata dia, pemprov DKI harus mengelola 13 sungai yang mengalir ke Jakarta. Berdasarkan kajian IAP, hanya tiga persen perumahan di Jakarta yang tersambung ke pembuangan air limbah. "Sisanya dibuang ke sungai," ujar dia.

Sungai akhirnya menjadi tempat pembuangan limbah. Jika ditambah lagi pembangunan tanggul raksasa, Bernardus membayangkan semua limbah dan sampah berkumpul di Jakarta. "Maka, Jakarta dipastikan menjadi toilet terbesar di dunia," ujarnya.

IAP tak memosisikan diri menolak tanggul raksasa. Namun, Bernardus menggarisbawahi kalau pemprov DKI juga harus memberi treatment terhadap 13 sungai yang ada.

Di samping itu, ia menyarankan agar pemprov DKI menggabungkan dua badan usaha milik daerah, yakni PT Palyja dan PD PAL Jaya, untuk mengelola air bersih dan air limbah secara bersamaan.

"Merger keduanya. Agar masyarakat juga bisa membayar untuk air bersih sekaligus untuk biaya pembuangan air limbah," sarannya.

Bernardus merujuk pada negara-negara Eropa yang menggabungkan pengelolaan air bersih dan air limbah. Di Hungaria, katanya, tarif air bersih menjadi murah karena masyarakatnya mau membangun instalasi pembuangan air limbah.


(RRN)

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco
Bursa Transfer Pemain

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco

8 hours Ago

Manchester United tampaknya mulai menyerah mengejar winger Inter Milan Ivan Perisic. Teranyar, …

BERITA LAINNYA
Video /