Tommy Sebut Ical-Agung Seperti Bocah

Surya Perkasa    •    24 Mei 2015 11:00 WIB
kisruh golkar
Tommy Sebut Ical-Agung Seperti Bocah
Hutomo Mandala Putra (Tommy) menyampaikan pidato politik soal kesiapannya menjadi calon ketua umum Partai Golkar di Jakarta, Kamis 10 September 2009. Antara Foto/Prasetyo Utomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hutomo Mandala Putra, atau yang akrab disapa Tommy Soeharto, kembali mengkritik kedua kubu Golkar yang bertengkar. Bahkan dia menyebut Aburizal Bakrie dan Agung Laksono bak bocah yang banyak maunya saat islah.

"Lama kelamaan diperhatikan tindak tanduk kedua Kubu Seperti anak kecil yang merengek minta dituruti maunya," tulis akun twitter milik Tommy, @HutomoMP_9 kemarin, Sabtu (23/5/2015).


Kicauan Tommy Soeharto di akun Twitternya soal islah bersyarat Agung-Ical

Dia mengkritik keras Ical-Agung yang katanya mau islah demi aspirasi kader daerah menuju Pilkada. Tapi kedua kubu sama-sama pasang syarat, mereka yang harus duduk di pucuk pimpinan partai beringi. "Masih Pada pasang syarat minta Jadi Ketum segala," tulis Tommy.

Seharusnya Ical dan Agung sama-sama mengalah dulu agar kader Golkar bisa maju Pilkada. Bukannya adu keras kepala.

Tommy menyebut, sah-sah saja memperjuangkan kepentingan. Namun dia menilai kepentingan yang terlalu dipaksakan justru hanya akan membawa dampak buruk kepada partai Golkar.

Karena alasan itu, Tommy menyatakan bahwa Munas Luar Biasa harus terlaksana. Karena jika islah masih seperti ini, Golkar terancam tidak bisa ikut Pilkada.

Tommy pun mengajak DPD I kedua kubu mengajukan Munas Luar Biasa ke DPP masing-masing.

"DPD I yang benar-benar merasa belum terkontaminasi kepentingan kedua Kubu, saya yakin akan mendukung Munas Luar Biasa Golkar. Silakan koordinasi dengan teman-tema yang lain, dan ajukan MLB ke DPP masing-masing Kubu," ajak Tommy.


(SUR)


Video /