Tips Safety Riding

Pengen Ngebut? Jangan Lupa Ukur Jarak Aman Berkendara

Ekawan Raharja    •    24 Mei 2015 12:02 WIB
safety driving
Pengen <i>Ngebut</i>? Jangan Lupa Ukur Jarak Aman Berkendara
Perhatikan jarak aman dalam berkendara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Angka kecelakaan di Indonesia terbilang cukup tinggi. Pada tahun 2014 sendiri terdapat 26.651 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Salah satu jenis kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan beruntun.

Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), menjelaskan salah satu penyebab kecelakaan beruntun adalah para pengemudi salah antisipasi. Kesalahan yang selama ini terjadi adalah pengemudi salah mengukur jarak aman dalam berkendara di jalanan.

"Selalu menjaga jarak. Dalam menjaga jarak, hal ini berkaitan dengan reaksi manusia dalam merespon keadaan hingga tubuh beraksi, dan kemudian mobil pun bereaksi," jelas Jusri Pulubuhu saat diwawancarai Selasa, 12 Mei.

Pakar safety riding tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa penangkapan reaksi sekitar hingga mobil melakukan pengereman memerlukan waktu. Bila mobil melaju 100 kilometer per jam (kpj), dalam satu detik maka mobil menempuh jarak sekitar 27 meter. Sedangkan indera manusia menangkap keadaan hingga bereaksi memerlukan waktu 1 detik.

Tetapi jarak 27 meter pun belum terbilang aman. Untuk berhenti pun mobil membutuhkan reaksi mekanikal sekitar 1 detik. Jadi jika melaju dalam 100 kpj, maka minimal diperlukan jarak aman sekitar 60 meter antar mobil.

Tapi ada baiknya untuk melakukan pengukuran berdasarkan selisih waktu. Selisih waktu yang banyak direkomendasikan oleh instruktur safety driving dan safety riding adalah 2-3 detik.


(UDA)