Pemerintah Salah Strategi Pakai Energi Murah

Annisa ayu artanti    •    24 Mei 2015 16:35 WIB
batu bara
Pemerintah Salah Strategi Pakai Energi Murah
Ilustrasi tambang batu bara. ANTA RA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dinilai salah strategi dalam menggunakan energi murah. Karena nyatanya, energi murah malah dijual dan digunakan oleh bangsa lain.

Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Budi Santoso mengungkapkan kesalahan pemerintah tersebut adalah dengan mengekspor besar-besaran batu bara. Sedangkan faktanya, Indonesia saat ini sedang mengalami krisis energi.

"Kita ekspor energi murah, beli yang mahal," kata Budi, dalam sebuah Energi Kita di Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (24/5/2015).

Budi menjelaskan produksi batu bara Indonesia mencapai 400 juta ton per tahun, lalu diekspor 75 persen. Sehingga, manfaat optimum untuk kebutuhan Indonesia tidak tercapai.

"Ekspor 300 juta ton per tahun. Setara satu ton batu bara empat barel minyak. Kita mengekspor 1,2 miliar barel energi," papar dia.

Adapun harga satu ton batu bara, Budi menyebutkan, dijual dengan harga USD55 ton. Kemudian, Indonesia membeli lagi energi dari luar negeri untuk penuhi kebutuhan energi tapi dengan harga yang lebih mahal.

"Satu ton batu bara hanya USD55, kita impor USD60. Jual energi murah beli yang mahal," tutur dia.

Budi mencontohkan kebijakan royalti yang diterapkan oleh pemerintah cukup aneh. Kebijakan ini untuk pendapatan pemerintah yaitu Rp8 triliun dari PLN, tapi pemerintah melakukan subsidi listrik dari batu bara Rp20 triliun.

"Artinya pemerintah menombok di sektoral. Pemerintah seharusnya tidak usah pikirkan royalti karena listriknya murah. Masa disamakan sama negara-negara lain yang impor batu bara," pungkas dia.


(AHL)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /