Bawa Anak SD, Ahok Akan Gugat Pendemo

Lukman Diah Sari    •    25 Mei 2015 11:48 WIB
basuki tjahaja purnama
Bawa Anak SD, Ahok Akan Gugat Pendemo
Pelajar SD melakukan unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: MTVN/Wanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan menggugat warga bantaran pinggir Kali Ciilwung yang melakukan aksi unjuk rasa menggunakan anak SD. Mereka dinilai bersalah menggunakan lahan negara.
 
"Kalau kamu mau ribut gunakan anak SD, saya pastikan akan kami gugat, karena kamu menyewakan lahan negara. Negara mau berbuat baik memidahkan mereka ke tempat yang layak. Kami hanya pindahkan mereka kalau Rusun sudah siap. Kamu tinggal di atas sungai, kalau kebanjiran ribut lapor ke media, tapi diberi tempat melawan," kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Senin (25/5/2015).
 
Ia mengungkapkan, warga bantaran kali menyewa rumah kumuh tersebut Rp 300 ribu - 500 ribu per bulan kepada oknum tertentu. "Negara mau pindahkan mereka ke rusun, anda hanya bayar Rp 140 ribu ukuran 5x6, ditambah biaya air pam dan listrik Rp 400 – Rp 500 ribu. Kamu lebih untung tinggal di rusun. Di rusun ada klinik, anak-anak dapat KJP, KJS, kami kasih," ujarnya.
 
Menurut Ahok, yang melakukan unjuk rasa adalah warga yang memiliki lapak di bantaran Kali Ciliwung. "Mereka yang demo rata-rata pemilik lapak pinggir kali yang disewakan," ujarnya.
 
Suami Veronica Tan itu mengaskan, penolak penggusuran bangunan di bantaran Kali Ciliwung akan dijerat dengan hukum pidana. Dia mengatakan, akan menggugat para pendemo karena menyewakan lahan negara.
 
Seperti diketahui, demonstran mengerahkan puluhan anak SD untuk melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, pada 22 Mei lalu. Mereka meminta Pemerintah DKI membatalkan rencana penggusuran bangunan pinggir Kali Ciliwung.


(FZN)