Sanksi Pembekuan PSSI Dicabut, Tim Transisi Tetap Bertugas

Husen Miftahudin    •    25 Mei 2015 12:26 WIB
kisruh pssi
Sanksi Pembekuan PSSI Dicabut, Tim Transisi Tetap Bertugas
Wapres Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo (kanan), Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar (kedua kanan), dan Wakil Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Surabaya Hinca Panjaitan (kiri) usai be

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencabutan pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang kini dalam proses pelaporan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata tidak serta merta membuat Tim Transisi yang dibentuk Kemenpora bubar.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi membentuk Tim Transisi sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Menpora pada 17 April lalu bahwa Pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan keolahragaan PSSI. Berdasarkan SK tersebut, Tim Transisi memiliki empat tugas utama yaitu menjalani fungsi yang selama ini dilakukan PSSI, memastikan keikutsertaan Indonesia di event internasional terus berjalan, melakukan supervisi agar kompetisi tetap bergulir dan merencanakan pembentukan kepengurusan PSSI yang baru melalui mekanisme FIFA.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), tetap beroperasinya Tim Transisi saat pencabutan pembekuan PSSI adalah berfungsi sebagai mengevaluasi persepakbolaan nasional secara luas. Termasuk di dalamnya mengevaluasi kinerja PSSI.

"Tim transisi akan mengawasi persepakbolaan nasional secara luas, termasuk PSSI yang akan dievaluasi. Jadi, harus sesuai dan ikut aturan. Jangan macam-macam, lurus. Sehingga kita mencapai prestasi nasional yang baik," ujar JK usai mempertemukan Menpora Imam Nahrawi dengan Perwakilan PSSI di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2015).

Ia menambahkan, adanya Tim Transisi ini adalah untuk mengevaluasi dan mendukung persepakbolaan nasional. Terkait dengan izin pertandingan, kata JK, otomatis hal itu akan dibuka kembali.

"Otomatis, kalau sudah dicabut nanti. Setelah itu, maka tentu Polisi sudah (bisa) mengizinkan (pertandingan-pertandingan yang selama ini tidak diizinkan oleh Polisi akibat SK Menpora terhadap kegiatan keolahragaan PSSI tersebut). Normal, sudah kembali normal," papar JK.

Selain itu, sambung JK, secara otomatis jika pembekuan PSSI itu dicabut, maka akan dibentuk kepengurusan PSSI yang baru. Namun untuk saat ini, La Nyalla Mattalitti akan tetap mengkomandoi PSSI.

"Otomotis, pasti lah. Kan dipilih secara demokratis. Nanti tentu La Nyalla akan dinilai prestasi PSSI-nya, dengan yang menilai itu anggota dan juga Ketua Kehormatan (PSSI)," pungkas JK.


(ACF)


Video /