Ditinggal Penghuni, Pemkot Jakut Gembok Unit Rusun Marunda

LB Ciputri Hutabarat    •    25 Mei 2015 14:57 WIB
rusunawa
Ditinggal Penghuni, Pemkot Jakut Gembok Unit Rusun Marunda
Rusunawa Marunda disegel. (Foto:MTVN/LB CIputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) diketahui meninggalkan rusun yang mereka tempati. Padahal, dalam surat perjanjian, mereka berhak menempati rusun bersubsidi itu selama dua tahun.
 
Pengurus RT Cluster A, Blok 1, Rusunawa Marunda, Aris Munandar (36) mengatakan, Pemerintah Kota Administratif (Kotif) Jakarta Utara menggembok beberapa unit rusun yang kosong pada Hari Minggu 24 Mei.
 
"Rusun yang kosong digembok. Padahal, namanya tercatat dalam data pemerintah pusat," kata Aris saat ditemui Metrotvnews.com di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Senin (25/5/2015).
 
Aris menjelaskan, dalam surat perjanjian, tiap keluarga mendapat kontrak dua tahun menempati rusun. Namun, banyak yang tidak ditempati atau ditinggal penghuninya.

“Sangat disayangkan, ketika ada penghuni yang tercatat namun tak ada di tempat. Padahal di Unit Pelayanan Teknis (UPT) banyak berkas yang antri untuk masuk ke dalam rusun," ujarnya.
 
Ibu RT Cluster B, Blok 2, Rusun Marunda, Milla mengatakan, unit rusun bisa dipindahtangan. Namun, harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Warga dapat mendaftar di UPT, jika disetujui, penyewa yang baru langsung mendaftarkan diri di RT setempat.
 
"Kalau ada persetujuan dari UPT bisa langsung lapor ke RT bawa surat nikah, Kartu Keluarga dan KTP," tutup Milla.
 
Seperti diketahui, Pemkot Jakarta Utara menyegel 30 unit Rusun Marunda karena ketahuan tidak ditempati oleh pemilik rusun yang tertera pada surat perjanjian.
(FZN)