Bulog Fokus Cari Keuntungan, Peran Penyangga Pangan Jadi Terabaikan

Annisa ayu artanti    •    25 Mei 2015 16:13 WIB
bulog
Bulog Fokus Cari Keuntungan, Peran Penyangga Pangan Jadi Terabaikan
Perum Bulog. Dok Setkab

Metrotvnews.com, Jakarta: Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso mengatakan, semenjak status Bulog diubah menjadi perusahaan umum (perum), fungsinya sebagai penyangga pangan nasional sedikit terabaikan. Ditambah lagi, Bulog sekarang lebih fokus untuk mencari keuntungan.

"Perum kan harus untung, kalau tidak untung pimpinannya diganti. Sudah tidak ada lagi misi stabilisasi pangan, apalagi misi mensejahterakan petani," kata Dwi dalam diskusi Pangan Kita di restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Dwi mengusulkan untuk membubarkan Perum Bulog. Setelah dibubarkan nanti, Bulog bisa dilebur dengan lembaga otoritas pangan yang dibentuk pemerintah.

"Bulog dilebur ke lembaga otoritas pangan atau badan otoritas pangan yang harus dibentuk pemerintah. Ini urgent, dihapuskan dan diganti," tukas dia.

Menurut Andreas, sebenarnya pembentukan otoritas pangan ini sudah terlambat karena Undang-Undang pembentukannya saja sudah ada sejak awal diwacanakan yaitu tahun 2012.

"Kita sudah terlambat, UU otoritas pangan ini kan 2012, harusnya paling lambat dalam waktu tiga tahun, ini tahun terkahir," ujar dia.

Dwi menambahkan, dia sedikit lega karena DPR berencana membentuk RUU Kedaulatan Pangan sehingga pemerintah tidak harus terburu-buru membuat otoritas pangan tersebut. "Tapi ada wacana di DPR untuk membentuk RUU Kedaulatan Pangan, kalau RUU itu muncul, setidaknya kita tak terburu-buru buat otoritas karena bisa sedikit bernafas lega," pungkas dia.


(WID)