Industri Otomotif

Quartal Pertama 2015, Penjualan Motor Turun Hingga 203.015 unit

Ainto Harry Budiawan    •    25 Mei 2015 18:24 WIB
industri otomotif
Quartal Pertama 2015, Penjualan Motor Turun Hingga 203.015 unit
Penjualan sepeda motor turun drastis, hanya Kawasaki yang mampu menjual motor lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Quartal pertama dari Januari hingga April tahun 2015 ini, jadi bulan-bulan yang menyulitkan. Terutama bagi industri otomotif nasional.  Pertumbuhan ekonomi tak sebaik awal tahun lalu sehingga mempengaruhi berbagai sektor industri, paling telak dampaknya adalah di pasar otomotif khususnya roda dua.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor pada empat bulan 2015 ini, hanya mencapai 524.775 unit saja. Bandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu, yang mampu menembus angka 727.790 unit. Artinya terdapat penurunan hingga 203.015 unit, tentunya ini angka yang cukup besar.

Jika coba diperinci lebih jauh, PT Astra Honda Motor memang masih menguasai pasar sepeda motor. Mereka mampu menjual hingga 1.464.395 unit dalam kurun waktu empat bulan. Terlihat besar walau nyatanya penjualan mereka turun dari 1.699.170 unit pada tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang melepas 576.670 unit ke tangan konsumen. Angka ini pun turun dari pencapaian quartal pertama tahun lalu yang menyentuh angka 857.261 unit.

Bergeser menuju PT Suzuki Indomobil Sales 2W, tahun lalu penjualan sepeda motornya mencapai 106.091 unit. Sedangkan quartal pertama tahun ini hanya 40.012 unit saja. Lalu PT TVS Motor Company Indonesia juga mengalami penurunan, tahun lalu mereka mampu menjual 2.495 unit. Sedangkan tahun ini hanya 1.166 unit saja.

Pengecualian bagi PT Kawasaki Motor Indonesia, quartal pertama 2014 mereka mampu menjual 46.782 unit. Sedangkan dalam kurun waktu sama tahun 2015 ini, mereka justru melepas 47.575 unit. Cukup membanggakan lantaran mereka lebih banyak menjual motor berkapasitas mesin besar.

Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang kurang baik ini, tentunya pelaku industri berharap, agar kondisi perekonomian Indonesia bisa kembali pulih seperti sedia kala.


(UDA)