Wenger: Sepak Bola Inggris 100 Persen Bersih

- 09 Februari 2013 03:54 wib
<p><span class=Reuters/Eddie Keogh/vg

" />

Reuters/Eddie Keogh/vg

Metrotvnews.com, London: Sepak bola Inggris "100 persen bersih" dengan tidak adanya wasit-wasit yang korup, demikian dikatakan pelatih Arsenal Arsene Wenger pada Jumat (8/2), saat ia mengeksepresikan rasa terkejutnya terhadap besarnya skandal pengaturan pertandingan global yang telah menyelimuti olahraga ini.

Kepolisian Eropa pada Senin mengatakan sekitar 680 pertandingan yang mencurigakan, termasuk kualifikasi Piala Dunia, Piala Eropa, dan Liga Champions, telah didentifikasi dalam penyelidikan pengaturan pertandingan.

Wenger berkata ia ragu masalah serupa terdapat pada olahraga di Inggris.

"Secara pribadi saya merasa sepak bola Inggris bersih 100 persen dari kecurangan," kata pria Prancis ini kepada para pewarta di konferensi pers pra pertandingan menjelang lawatan Arsenal ke markas Sunderland di Liga Utama Inggris pada Sabtu (9/2).

"Saya tidak berpikir para wasit bertindak korup." "Pada olahraga secara umum, saya tidak berpikir itu merupakan masalah di permainan Inggris," tambahnya. "Itulah mengapa hal ini mengejutkan kami sebab kami yakin kami hidup di dunia di Inggris di mana di ini bukan dunia yang sempurna, namun saya tidak berpikir kecurangan atau pengaturan pertandingan merupakan masalah."

"Itu terjadi di Eropa sebelumnya, itulah yang saya yakini, di mana para wasit tidak selalu jujur, khususnya di beberapa negara. Namun Anda selalu harus waspada, memiliki keyakinan diri, membuktikannya, dan hal-hal itu menjadi lebih sulit (untuk dipraktekkan)."

Wenger berkata ini waktunya untuk mengatasi masalah ini dengan "cara yang serius" sebab "olahraga penuh dengan legenda-legenda yang faktanya melakukan kecurangan-kecurangan." Mengacu kepada temuan-temuan kepolisian Eropa perihal pengaturan pertandingan ia menambahkan, "Itu benar-benar mengejutkan... jumlah pertandingan yang telah diatur.

"Saya tidak dapat menerimanya dan saya selalu yakin bawha terdapat banyak hal curang pada permainan kami, dan bahwa kami tidak cukup kuat dengan semua yang terjadi, apakah dengan doping, atau dengan korupsi para wasit, atau dengan pengaturan pertandingan." "Inilah waktunya bagi kita untuk mengatasi masalah ini dengan cara yang sangat serius, dan orang-orang yang curang dihukum dengan cara yang sangat setimpal." (Ant/vg/X-13)

()

INGGRIS
SPANYOL
ITALIA
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.