Keluhan Investor Jepang ke Kepala BKPM

Angga Bratadharma    •    26 Mei 2015 19:06 WIB
bkpm
Keluhan Investor Jepang ke Kepala BKPM
Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Osaka: Kegiatan roadshow pemasaran investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jepang benar-benar dimanfaatkan investor Jepang untuk menyampaikan perhatiannya terhadap iklim investasi di Indonesia. 

Delegasi investor Jepang yang tergabung dalam Japan Indonesia Business Association (JIBA) menyampaikan concern mereka terhadap isu ketenagakerjaan yang dinilai menghambat proses investasi mereka di Indonesia. 

Chairman JIBA Hajime Kinoshita menyatakan, JIBA mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan izin kerja bagi tenaga kerja asing untuk teknisi dari Jepang yang masih lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) meskipun sudah berpengalaman. Selain itu, JIBA juga mengeluhkan tentang besaran upah minimum yang tidak dapat diprediksi kenaikannya.

"Kami kesulitan mendatangkan teknisi dari Jepang untuk melatih tenaga kerja Indonesia yang bekerja di perusahaan kami. Alasannya karena mereka hanya lulusan SMA tidak diizinkan meskipun mereka sudah berpengalaman dan terampil. Persoalan lainnya adalah kenaikan upah minimum yang berubah-ubah nilai kenaikannya," tutur Hajime, saat bertemu dengan Kepala BKPM Franky Sibarani, di Osaka, Jepang, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/5/2015).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan Pemerintah Indonesia saat ini sedang memperbaiki aturan tentang hal-hal tersebut. Terkait izin tenaga kerja, Franky menyatakan pada dasarnya dapat memberikan izin kerja kepada tenaga kerja asing dari Jepang yang lulusan SMA, sepanjang memiliki pengalaman dan keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat. 

Kepada investor JIBA, Franky juga menambahkan bahwa pemerintah juga concern terhadap mekanisme perizinan untuk tenaga ahli yang dibutuhkan perusahaan saat menghadapi masalah teknis yang urgent, seperti kerusakan mesin.

"BKPM sedang mengusulkan kepada pemerintah formula kenaikan UMR yang berlaku selama lima tahun. Melalui formula ini, perusahaan dapat memprediksi kenaikan UMR setiap tahunnya serta berdampak pula mengurangi demo-demo kenaikan UMR yang kerap terjadi setiap tahun. Usulan BKPM ini sedang dalam proses pembahasan," jelas Franky.

Selain menjawab persoalan tenaga kerja, Kepala BKPM juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyediakan berbagai insentif investasi yaitu tax allowance, tax holiday, dan pembebasan bea masuk impor mesin dan bahan baku (komponen). Pemerintah Indonesia juga sedang membangun beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang juga menyediakan berbagai insentif investasi.


(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

20 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /