Kuasa Hukum KPK: Ada Upaya Untuk Mendegradasi KPK

Deny Irwanto    •    27 Mei 2015 00:16 WIB
hadi poernomo
Kuasa Hukum KPK: Ada Upaya Untuk Mendegradasi KPK
Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo membacakan kesimpulan saat sidang lanjutan praperadilan dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/5).MI/Bary Fatahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali harus menelan pil pahit dalam persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ini merupakan kekalahan KPK untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya dikalahkan oleh Komjen Budi Gunawan, dan Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Siradjudin.

Tim Biro Hukum KPK mengatakan, dalam kekalahan ini ada upaya hukum secara sistematis yang dianggap untuk mendegradasi dan eksistensi KPK.

"Saya bertanya kepada masyarakat dan kepada pemerhati hukum di seluruh republik ini. Untuk apa KPK ada?, ada upaya hukum untuk mendegradasi KPK," ucap salah satu kuasa hukum KPK, Yudi Kristiana kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2015).

"Jadi cukup sampai di sini saja! atau setidaknya moratorium KPK," celetuk Yudi.

Menurut Yudi, dengan dicabut penetapan tersangka Hadi Poernomo oleh KPK akan menjadi langkah pembuka terhadap semua tersangka kasus korupsi untuk mengajukan praperadilan.

"Yang jelas eksistensi KPK perlu dipertanyakan lagi," imbuhnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menerima gugatan praperadilan yang diajukan Eks Dirjen Pajak Hadi Poernomo dengan tergugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Mengabulkan permohonan pemohon sebagian. Penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan termohon terhadap pemohon tidak sah. Dengan demikian, penggeladah dan penyitaan yang dilakukan termohon kepada pemohon tidak sah. Kemudian sprindik penetapan tersangka terhadap diri pemohon tidak sah," kata hakim tunggal, Haswandi di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sementara itu untuk permohonan Hadi yang ditolak adalah soal Eksepsi Hadi Poernomo yang menyatakan KPK tidak berwenang menangani perkara soal pelanggaran pajak.


(ALB)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

2 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /