Kemendag: Impor Garam untuk Pertumbuhan Industri

Husen Miftahudin    •    28 Mei 2015 12:30 WIB
garam
Kemendag: Impor Garam untuk Pertumbuhan Industri
Garam (ANTARA FOTO/ Saiful Bahri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia masih kesulitan dalam memproduksi garam untuk kebutuhan industri. Salah satu kendalanya adalah iklim kering yang kurang panjang membuat produksi garam Indonesia hanya mampu hasilkan kadar NaCl di bawah 98 persen. Padahal, standar garam industri sendiri berada pada angka 98 persen.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan mengatakan, kebutuhan yang tinggi dan produksi yang rendah memaksa pemerintah harus melakukan impor. Hal ini agar industri yang membutuhkan garam dapat bertahan dan tumbuh.

Ia mengungkapkan, Indonesia hanya mampu hasilkan garam konsumsi di mana panen tersebut pada musim kering yang cukup panjang, yakni pada Juli hingga November. Produksi garam konsumsi pada 2014 lalu sendiri sebanyak 2,1 juta ton dengan kebutuhan sebesar 1,5-1,7 juta ton.

"Garam konsumsi kita sisa sekitar 400 ribu ton setiap tahun. Misalnya, jika sisa garam konsumsi itu dikembangkan kembali dengan meningkatkan kandungan NaCl hingga 98 persen, maka pemerintah masih akan tetap impor garam karena kebutuhan garam industri hanya berkurang 400 ribu ton," ungkap Partogi, dalam Seminar Nasional Garam 2015, di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan No 44-48, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2015).

Ia melanjutkan, jika sisa garam konsumsi digunakan untuk kebutuhan industri, maka Indonesia akan kehabisan garam konsumsi pada tahun depan. Hal ini karena sisa 400 ribu garam konsumsi telah digunakan serta panen garam sendiri terjadi pada Juli-November.

"Jadi untuk tahun depannya, pemerintah tetap mengimpor garam konsumsi untuk kebutuhan Januari hingga Juni. Selain itu, kita juga mengimpor garam industri. Jadi impor kita double, untuk garam konsumsi dan garam industri," papar Partogi.

Menurut dia, impor garam berfungsi untuk memberi keberlanjutan industri yang menggunakan bahan baku garam. Sehingga, industri jadi lebih berkembang dan dapat berkontribusi bagi peningkatan ekspor nasional.

"Berarti kita akan dapat pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Namun yang utama, adalah kesejahteraan masyarakat dan petani garam agar mendapat kehidupan yang lebih baik," pungkas Partogi.



(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /