WNI Dianiaya Perusahaan Kasino Kamboja, Nota Protes Disampaikan

Fajar Nugraha    •    28 Mei 2015 15:52 WIB
wni
WNI Dianiaya Perusahaan Kasino Kamboja, Nota Protes Disampaikan
Ilustrasi: time and date

Metrotvnews.com, Phnom Penh: Adanya warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami penyiksaan oleh pihak kasino di Kamboja, membuat pemerintah berang. Nota protes pun disampaikan kepada pihak Kamboja.
 
Kasus ini diawali tuduhan penggelapan uang seorang WNI Jeffrey Soen terhadap kasino Dai Long Co. Akibat sekitar 23 pekerja WNI di kasino ditahan dan disekap. Mereka pun akhirnya berhasil dibebaskan secara bertahap hingga tinggal 10 lainnya masih disekap.
 
Berdasarkan keterangan enam WNI yang dibebaskan, telah terjadi aksi kekerasan dan penganiayaan terhadap tiga orang dari mereka. Di samping itu, mereka juga diancam dengan alat penyengat listrik oleh pimpinan kasino, Lim Pek.
 
"KBRI mendorong agar pihak berwenang Kamboja dapat secara adil dan netral melaksanakan tindakan hukum terhadap oknum-oknum kasino yang melakukan aksi penyekapan dan penganiayaan ala premanisme terhadap WNI. Kesemua oknum kasino tersebut masih dibiarkan bebas, sementara kesepuluh orang WNI/TKI yang dinyatakan tidak bersalah justru masih ditahan," pernyataan KBRI Phnom Penh, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (28/5/2015). 
 
Dubes RI untuk Kamboja Pitono Purnomo telah menemui State Secretary for Legal and Consular Affairs atau setingkat Wakil menteri Luar Negeri, Long Visalo, untuk menyampaikan keprihatinan atas penyelesaian kasus ini yang berlarut-larut. 
 
Visalo menjanjikan bahwa dirinya dan segenap jajaran Kementerian Luar Negeri Kamboja akan membantu menyelesaikan kasus ini.
 
KBRI pun telah menyampaikan nota resmi kepada pihak berwenang Kamboja mengenai penyelesaian kedua kasus tersebut, yaitu nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Kamboja. Protes juga diberikan kepada Kepala Kepolisian Kamboja Jenderal Neth Savoeun dan menyerahkan surat Dubes RI kepada Kepala Kepolisian Provinsi Kandal, Brigadir Jenderal Eav Chamroeun.
 
Hingga kini, masih ada sepuluh WNI yang dalam pemeriksaan polisi Kamboja, termasuk Jeffrey Soen yang dituduh menggelapkan uang dari rumah judi itu. KBRI pun mendesak agar 10 orang itu dibebaskan tanpa syarat.
 
Berdasarkan keterangan versi Jeffrey, ia bukan mengambil uang perusahaan sebesar Rp2,1 miliar, namun diminta mengaku tidak dapat memberikan keuntungan sesuai kesepakatan dalam pengelolaan situs judi. 



(FJR)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

16 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /