Mayoritas Fraksi Diperkirakan Tolak Revisi UU Pilkada

Damar Iradat    •    29 Mei 2015 07:11 WIB
revisi uu pilkada
Mayoritas Fraksi Diperkirakan Tolak Revisi UU Pilkada
Arif Wibowo. (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mayoritas fraksi di DPR diperkirakan menolak wacana revisi Undang-undang Pilkada Nomor 8 Tahun 2015. Penolakan dilakukan berdasarkan aspek substansi yang diajukan.
 
"Saya kira banyak fraksi yang menolak, terutama terkait aspek substansi perubahan yang diusulkan," kata Anggota Komisi II DPR RI, Arif Wibowo kepada Metro TV, Jumat (29/5/2015).
 
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan, salah satu substansi yang patut dicatat terkait partai politik yang berselisih. Menurutnya, jika belum ada putusan pengadilan, UU itu bisa dijadikan pedoman pencalonan kepala daerah. Namun Arif mengakui UU Pilkada Nomor 8 tahun 2015 ini belum mencapai kesempurnaan.
 
"Kalau kesempurnaan, memang masih banyak yang harus disempurnakan. Sejak awal, gonjang-ganjing UU pilkada terus terjadi. Pada akhirnya, itu dianggap sebagai dasar proses pelaksanaan Pilkada," bebernya.
 
PDIP diketahui sebagai salah satu partai yang paling keras menolak revisi UU Pilkada. Karena revisi itu dinilai tidak mendesak.
 
"Tidak ada urgensi untuk merevisi. Masalah itu seharusnya bisa diselesaikan oleh partai yang sedang kisruh dengan kelembagaan internal masing-masing. UU Pilkada ini skala nasional, jika tidak ada urgensinya, lakukanlah perubahan kepada semua UU Politik," pungkas dia.
 


(FZN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /