Mengaku Gay, Pesepak Bola AS Gantung Sepatu

- 16 Februari 2013 05:17 wib
<p>sxc.hu/vg</p>

sxc.hu/vg

Metrotvnews.com: Pemain internasional Amerika Serikat Robbie Rogers memberikan pernyataan mengejutkan kepada media. Winger hijrah ke Stevenage FC oleh Leeds United itu mengklaim bahwa dirinya gay sebelum memutuskan pensiun dari dunia sepakbola.

Rogers, yang berpisah dengan Leeds di bursa transfer Januari, menumpahkan perasaannya dengan panjang lebar dan berkeras bahwa dirinya masih harus mencari jati dirinya di luar sepakbola.

"Rahasia bisa mengakibatkan luka dalam hati," tulis Rogers dalam blog pribadinya.

"Banyak orang berceramah soal kejujuran, bagaimana kejujuran sangatlah sederhana. Tapi coba jelaskan kepada orang-orang yang anda cintai selama 25 tahun bahwa anda gay. Coba meyakinkan diri sendiri bahwa Pencipta anda memiliki rencana yang paling indah untuk anda meskipun anda mengira sebaliknya."

"Saya selalu mengira saya bisa menyembunyikan rahasia ini. Sepakbola adalah pelarian saya, tujuan saya, identitas saya. Sepakbola telah menyembunyikan rahasia saya, memberikan lebih banyak kegembiraan dari yang saya bayangkan."

"Kini saatnya bagi saya untuk menyingkir. Ini saatnya saya mencari tahu jati diri saya di luar sepakbola."

"Saya bahagia dengan keputusan saya. Hidup penuh dengan hal-hal indah. Saya sadar bahwa saya baru bisa menikmati kehidupan saya jika saya jujur."

"Kejujuran memang menyebalkan, tapi itu membuat hidup lebih jelas dan sederhana. Rahasia saya kini sudah hilang, saya seorang pria bebas, saya bisa maju dan menikmati hidup saya sebagaimana yang diinginkan Pencipta saya."(goal/Dni)

()

INGGRIS
SPANYOL
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.