Pipa PDAM Mampet, Warga Bulak Banteng Surabaya Krisis Air

Amaluddin    •    31 Mei 2015 13:32 WIB
krisis air
Pipa PDAM Mampet, Warga Bulak Banteng Surabaya Krisis Air
Foto: Ilustrasi krisis air/Ant_Rudi Mulya

Metrotvnews.com, Surabaya: Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) di Kampung Dukuh Bulak Banteng, Suropati, Surabaya, Jawa Timur, sulit mendapatkan air bersih sejak sepekan terakhir. Diduga pipa air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya mampet.

"Ini sudah terhitung 8 hari air PDAM enggak netes sama sekali," kata Dani, 30, warga Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Sabtu (29/5/2015).

Dani mengaku sudah melaporkan hal ini ke PDAM Surabaya. Sejak air PDAM tak mengalir di wilayah ini, sebagian warga pun tak mandi. Belum diketahui penyebab terputusnya pasokan air bersih di wilayah ini. Warga mengaku sudah membayar tagihan PDAM.

"Kami sudah lapor PDAM, lapor ke Radio Suara Surabaya juga untuk diberitakan. Tapi tetap saja air PDAMnya enggak keluar. Padahal kami enggak pernah telat bayar tagihan langganan PDAM," ujar Dani.

PDAM Surabaya sempat memasok air bersih sebanyak dua tanki. Pasokan air bersih itu dilakukan pada Selasa (26/5/2015) dan Rabu (27/5/2015) lalu. Namun air itu tak cukup memenuhi kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) warga setempat.

"Tapi air itu enggak cukup. Setelah itu, truk tanki PDAM enggak pernah kembali lagi. Pipa PDAM sampai sekarang juga masih mampet," katanya.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah saudara. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari PDAM Surabaya.


(TTD)