Yunani Yakin Capai Kesepakatan dengan Kreditur

Ade Hapsari Lestarini    •    31 Mei 2015 16:26 WIB
ekonomi yunani
Yunani Yakin Capai Kesepakatan dengan Kreditur
Ilustrasi Yunani -- Reuters/Alkis Konstantinidis

Metrotvnews.com, Athena: Pemerintah Yunani yakin akan mencapai kesepakatan dengan kreditur pada pekan ini. Mereka pun terbuka untuk mendorong kembali membuat program anti-penghematan.

Yunani dan kreditur Uni Eropa/IMF telah terkunci dalam pembicaraan kesepakatan reformasi utang selama berbulan-bulan. Yunani terancam mengalami risiko default tanpa bantuan dari program bailout yang berakhir pada 30 Juni.

"Kami percaya bahwa kita dapat dan kita harus memiliki solusi dan kesepakatan dalam waktu seminggu," tukas Menteri Dalam Negeri Yunani Nikos Voutsis, yang tidak terlibat dalam pembicaraan antara Yunani dengan kreditur, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (31/5/2015).

"Beberapa bagian dari program yang dimiliki Pemerintah Yunani bisa didorong kembali selama enam bulan atau mungkin dalam hitungan tahun, sehingga ada beberapa keseimbangan," tambah dia.

Namun demikian, dia tidak merinci apa bagian dari program anti-penghematan dari pemerintah yang berkuasa, partai Syriza. Karena banyak usulan untuk berkompromi pada janji pra-pemilu. Perdana Menteri Alexis Tsipras pada Januari telah berjanji untuk membatalkan penghematan, termasuk mengembalikan tingkat upah minimum, dan hak tawar-menawar kolektif.

Pemerintah pada awal pekan ini mengatakan pihaknya berharap adanya kesepakatan pada hari Minggu, meskipun pemberi pinjaman internasional kurang optimistis. Voutsis mengatakan Athena dan mitranya menyepakati beberapa masalah, seperti mencapai surplus anggaran dasar yang rendah dalam dua tahun pertama. Tapi mereka masih tidak setuju pada pajak penjualan, dengan Yunani mendorong setiap kenaikan PPN tidak akan membebani pendapatan lebih rendah.

Amerika Serikat memperingatkan adanya "kecelakaan" bagi perekonomian dunia jika Yunani dan para kreditur kehilangan tenggat waktu pada Juni ini untuk menghindari default utang.

Dalam sebuah wawancara dengan suratkabar Realnews, Menteri Ekonomi George Stathakis mengatakan Athena tidak memiliki rencana alternatif. Stathakis pun yakin kesepakatan akan tercapai.

"Ide dari plan B tidak ada. Negara kita perlu tinggal di zona euro, tetapi pada program bantuan lebih terorganisir," katanya.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /