Masih Kuasai DPP, Itikad Baik Kubu Agung Disebut Isapan Jempol

Mufti Sholih    •    31 Mei 2015 16:27 WIB
golkar
Masih Kuasai DPP, Itikad Baik Kubu Agung Disebut Isapan Jempol
Bambang Soesatyo---Ant

Metrotvnews.com, Jakarta: Bambang Soesatyo, Sekretaris Fraksi Golkar versi Munas Bali menuding, niat dan itikad baik kubu Agung Laksono hanya isapan jempol. Pasalnya, kubu Agung tetap bersikap DPP masih menguasai Kantor DPP Partai Golkar.

"Kalau benar sikap kubu Ancol melarang penggunaan kantor DPP Golkar secara bersama-sama, dan tetap ngotot ingin menguasai kantor tersebut seperti punya nenek moyangnya, maka niat dan itikad baik islah terbatas yang digagas JK kemarin itu hanya isapan jempol," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Minggu (31/5/2015).

Bambang bahkan menuding, islah sementara yang dilakukan Agung hanya taktik mengkadali kubu Bali. Bambang pun meminta kepada Aburizal Bakrie agar mempertimbangkan meninjau kembali islah tersebut.

"Kasihan JK yang telah bersusah payah mempersatukan Golkar, namun dinodai oleh sikap arogan kubu Ancol," tegas Bamsoet, sapaan dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono memastikan tetap menguasai Kantor DPP Golkar. Kendati, mereka sudah menandatangani kerja sama dengan kubu Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical).

"Tetap kami (yang kuasai kantor DPP), sampai selesai pengadilan," kata Agung saat ditemui di kediamannya, di Jalan Cipinang Cempedak II, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2015).

Kantor DPP Golkar sudah dikuasai kubu Agung Laksono sejak awal Desember 2014 lalu. Hal itu buntut dari konflik kepengurusan Golkar antara kubu Ical dan Agung Laksono. Konflik ini masih berlanjut hingga masuk ke pengadilan tata usaha negara.

Pada Sabtu 30 Mei kemarin, akhirnya kedua kubu tersebut sepakat menandatangani islah untuk menjamin keikutsertaan Golkar dalam pilkada di kediaman Jusuf Kalla. Posisi Kalla adalah sebagai inisiator dan saksi tercapainya islah. Dalam islah tersebut, tak tercapai kesepakatan soal islah pengurus. Kedua kubu hanya sepakat untuk berdamai dalam menentukan calon di Pilkada Serentak 9 Desember 2015.


(TII)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /