JK: Penyidik KPK Harus dari Polri dan Kejaksaan

Rudy Polycarpus    •    31 Mei 2015 19:00 WIB
kpk
JK: Penyidik KPK Harus dari Polri dan Kejaksaan
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berasal dari luar Polri maupun kejaksaan berarti ilegal. Sebagaimana diatur KUHAP, penyidik KPK harus berasal dari kedua institusi penegak hukum tersebut. 

"Ini UU (KUHAP) yang bicara begitu, jadi  ada alasannya," kata JK di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pulau Bintan,  Kepulauan Riau, kemarin. 

Sikap pemerintah, kata JK, senada dengan yang diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi bahwa suplai penyidik bagi KPK hanya dari Polri, Kejaksaan, dan institusi yang berhak memberikan sertifikasi. JK juga menyinggung soal kekurangan penyidik yang menjadi persoalan klasik KPK. Menurutnya, bersama Polri dan Jaksa, KPK harus mampu bersinergi dengan baik dalam memberantas korupsi. 

"Kalau kekurangan penyidik, tinggal minta sebanyak-banyaknya dari Polri," ujarnya. 

Ia enggan menyinggung kewenangan istimewa komisi antirasuah yang bisa mengangkat penyidik seperti yang diamanatkan UU KPK.


(OJE)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

15 minutes Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /