Bareskrim Panggil Sri Mulyani Lewat Kemenlu

Lukman Diah Sari    •    01 Juni 2015 13:28 WIB
korupsi migas
Bareskrim Panggil Sri Mulyani Lewat Kemenlu
Dirtipideksus Brigjen Pol Viktor E Simanjuntak----Metrotvnews.com/farah

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Reserse dan Kriminal Polri akan memeriksa Sri Mulyani terkait penyidikan dugaan korupsi penjualan kondensat yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Surat untuk Sri dikirim Bareksrim lewat Kementerian Luar Negeri.

"Dia sekarang berada di luar negeri, melalui Kemenlu nanti surat dikirim," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Viktor Edison Simanjuntak di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2015).

Menurut Viktor, Bareskrim sebelumnya menjadwalkan memeriksa Sri, Rabu 3 Juni ini. Namun, ada kemungkinan pemeriksaan mundur tak sesuai jadwal.

"Alamatnya yang dipakai alamat yang dulu, bukan itu lagi sehingga harus dijadwal ulang," sebut Viktor.

Viktor pun menjelaskan, Sri Mulyani bakal diperiksa terkait penunjukan langsung oleh SKK Migas terkait penjualan kondensat. Sri diduga membuat surat yang menjadi dasar SKK Migas melakukan penunjukan langsung terhadap PT TPPI untuk menjual kondensat milik negara tanpa melalui lelang terbatas.

"Kami akan menanyakan mengenai surat itu," tukas Victor.

Kasus bermula di 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003. Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' SKK Migas ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta.


(TII)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

18 minutes Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /