Bangun Kantor Baru, PDIP Kumpulkan Uang Rp42,6 M Selama 5 Tahun

LB Ciputri Hutabarat    •    01 Juni 2015 15:52 WIB
pdip
Bangun Kantor Baru, PDIP Kumpulkan Uang Rp42,6 M Selama 5 Tahun
Peresmian Gedung Baru PDI Perjuangan, Selasa (1/6/2015). Foto: LB Ciputri H/Metrotvnews.com

Metrotvnews com, Jakarta: PDI Perjuangan punya kantor baru di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat. Nilai mencapai Rp42,6 miliar.

Uang itu ternyata dikumpulkan kader-kader PDI Perjuangan selama lima tahun. Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dana terkumpul dengan gotong royong.

"PDI Perjuangan lima tahun gotong royong konsolidasi dan kami berhasil bangun gedung ini lagi. Dana yang dihabiskan adalah 42,6 Miliar," kata Hasto di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).

Dana itu, sambung Hasto, didapatkan dari berbagai sumber. Bahkan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pernah melakukan lelang hartanya demi terkumpulnya dana tersebut.

"Dananya dari anggota fraksi, petugas fraksi dan anggota. Bahkan kesempatan penting kami lakukan melelang suara beliau dengan menyanyi pada satu pertemuan dan lukisan buat ngumpulin dana. Intinya karena pancasila gotong royong kami juga lakukan gotong royong," jelas Hasto.


Foto: LB Ciputri Hutabarat/Metrotvnews.com

Hasto juga menuturkan, nantinya semua kegiatan akan dilakukan di gedung baru. Sementara gedung yang lama akan menjadi pusat pelatihan kader. Tak hanya itu, tambah Hasto lagi, gedung yang baru juga melambangkan semangat baru bagi kader PDI Perjuangan bekerja untuk rakyat.

"Semua kegiatan akan dipindahkan ke sini. Gedung ini juga tidak hanya soal spirit baru, tapi juga bagaimana PDI Perjuangan menyatukan diri dengan seluruh harapan rakyat ke depannya," tutup Hasto.

Kantor baru ini sebelumnya diceritakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato pengukuhan di Kongres IV PDIP. Saat menceritakan soal kantor itu, Mega nampak terbata. Dia teringat peristiwa kerusuhan 27 Juil yang menandai awal gejolak menuju reformasi. Kala itu, rezim Soeharto menuding Mega adalah biang keladi insiden kerusuhan itu. Tak heran, air muka Mega nampak berkaca-kaca.

"Setelah sekian lama peristiwa penyerangan 27 Juli 1997, selama ini saya enggak pernah mau melihat kantor kita, akhirnya sekarang (berdiri). Betapa megahnya Insya Allah, kantor partai kita di Jalan Diponegoro," kata Megawati.


(KRI)

Video /