Bareskrim Ajak KPK Telusuri Sumber Korupsi Sawah Fiktif BUMN

Mufti Sholih    •    02 Juni 2015 16:29 WIB
kasus korupsi
Bareskrim Ajak KPK Telusuri Sumber Korupsi Sawah Fiktif BUMN
Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso---Ant/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan pencetakan sawah fiktif di lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Bareskirm mengajak KPK menelusuri aliran dana yang jadi sumber korupsi.

"Aliran dananya sedang kita telisik, nanti kita minta bantuan beberapa (lembaga penegak hukum) karena pernah ditangani KPK, kita akan tetap koordinasikan dengan KPK," kata Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso di Graha Purna Wira, Jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2015).

Menurut Buwas, sapaan dia, polisi kini masih fokus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi. Dia pun tak menutup peluang buat memeriksa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan jika diperlukan

"Tinggal tahapan-tahapannya, tinggal nanti bagaimana perkembangan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Nanti kalau sudah mengarah dan diperlukan, beliau pasti kita tindaklanjuti," tegas Buwas.

Proyek ini merupakan urunan coorporate social responsibility (CSR) dari sejumlah BUMN di bidang perbankan, asuransi, perhubungan, hingga minyak dan gas bumi. Proyek ini bernilai Rp317 miliar.

Proyek pencetakan sawah ini berlokasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sejumlah BUMN terlibat dalam proyek patungan itu. Tercatat BNI, BRI, PT Asuransi Kesehatan, PT Pelindo, PT Hutama Karya dan PGN menginisiasi proyek itu.

Proyek dikerjakan PT Sang Hyang Seri. Namun perusahaan pembibitan plat merah itu mengalihkan lagi pengerjaan ke PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya dan PT Yodya Karya. Namun, pada kenyataanya proyek tersebut diduga fiktif.


(TII)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /