Bicarakan ISIS, 10 WNI Diusir dari Penerbangan Turki

Fajar Nugraha    •    03 Juni 2015 12:20 WIB
wni di turki
Bicarakan ISIS, 10 WNI Diusir dari Penerbangan Turki
Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekitar 10 orang warga negara Indonesia (WNI) di Turki diturunkan dari sebuah pesawat. Alasannya sepele, mereka dikabarkan berdiskusi mengenai Islamic State (ISIS).

"Pada 1 Juni 2015 sekitar 17.00 waktu setempat, KJRI Istanbul menerima laporan dari Kepala Polisi Istanbul Unit Anti Terorisme menginformasikan bahwa ada 10 orang WNI, bersama dengan dua orang warga Suriah ditahan oleh pihak Kepolisian Unit Anti-Terorisme di Bandara Ataturk, Istanbul," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (3/6/2015).

WNI ini merupakan bagian dari  Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS). Mereka menuju Hatay, salah satu kota di Turki yang berbatasan langsung dengan negara Suriah.

"Dari keterangan kepolisian, saat ke-10 orang tersebut berada di pesawat dan siap lepas landas, salah seorang penumpang pesawat mendengar percakapan beberapa anggota FIPS dalam bahasa arab dan menangkap beberapa kalimat yang membicarakan mengenai jihad dan ISIS. Karena kecurigaan tersebut, penumpang dimaksud kemudian melapor ke kru pesawat yang kemudian menghubungi kepolisian bandara," lanjutnya.

"Kesepuluh orang tersebut beserta dua WN Suriah  kemudian dibawa ke kantor kepolisian bandara," imbuh Arrmanatha.

Keterangan yang diperoleh, kesepuluh WNI itu bermaksud mengunjungi Turki pada tanggal 29 Mei sampai dengan 3 Juni 2015 dalam rangka pertemuan dengan organisasi NGO di Turki, Humanitarian Relief Foundation (IHH). Mereka juga menghadiri peristiwa ditembaknya kapal Mavi Marmara milik Turki oleh tentara Israel, di Istanbul serta penyaluran bantuan kemanusiaan secara langsung kepada para pengungsi Suriah di kota Hatay.

Kebersamaan Tim FIPS dalam perjalanan ke Hatay dengan dua orang WN Suriah, terkait dengan pemberian sumbangan kepada salah WN Suriah yang memiliki pondok pesantren di kota Idlib, Suriah.

Tim FIPS menyampaikan bahwa ketibaan mereka di Hatay akan dibantu oleh WN Suriah, yang merupakan salah seorang relawan yang tergabung dalam ikatan dokter Suriah di Hatay dan sering bekerja sama dengan IHH untuk membantu menyalurkan bantuan yang mereka bawa.
 


(FJR)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

3 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /