BNN Beberkan Faktor Kaum Hawa Rela Jadi Kurir Narkoba

Lukman Diah Sari    •    03 Juni 2015 14:04 WIB
narkoba
BNN Beberkan Faktor Kaum Hawa Rela Jadi Kurir Narkoba
Kepala Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo.

Metrotvnews.com, Jakarta: Peredaran narkoba saat ini tidak hanya dilakoni oleh laki-laki. Belakangan perempuan juga banyak yang terjerumus dalam bisnis haram tersebut.

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Slamet Pribadi mengungkapkan sejumlah faktor kaum hawa rela menjadi kurir narkoba.

"Perempuan banyak (jadi kurir). Kebanyakan secara ekonomi belum berpenghasilan, status sosialnya juga ngambang. Itulah yang banyak dimanfaatkan," ungkap Slamet di Pangkalan Sarana dan Operasional Bea dan Cukai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (3/6/2015).

Guna mencegah makin banyaknya perempuan menjadi korban, BNN meminta agar para pegiat kaum hawa turut bergerak agar tak lagi ada perempuan yang dimanfaatkan bandar narkoba. "Pencegahan bukan hanya di BNN. Tapi para pengiat perempuan mesti tahu," tukasnya.

Kebanyakan para bandar narkoba merekrut perempuan yang keadaan ekonomi dan sosialnya belum berkecukupan.

Anggota MPR RI Fraksi NasDem, Patrice Rio Capella mengatakan Indonesia saat ini tercatat sebagai negara terbesar ke enam peredaran narkoba di dunia. Peredaran ekstasi dan ganja terbesar ada di Indonesia.

Vonis keras hukuman matipun tidak menyurutkan peredaran narkoba. Bahkan semakin menggila. Di dalam penjara saja, seorang bandar narkoba bisa melakukan bisnisnya.

Upaya pemberantasan selama ini hanya di hulunya, persoalan hilirnya kadang-kadang terlupa. Padahal persoalan hilir yang sangat penting.

"Pemberantasan narkoba tidak cukup himbauan dan pamflet. Perlu upaya strategis dan komprehensif, salah satunya dengan pendidikan di rumah oleh ibu sejak usia dini," tegas Rio.


(YDH)