Prajurit AU Tewas, Menhan Panggil Tiga Kepala Staf TNI

Al Abrar    •    03 Juni 2015 15:40 WIB
perselisihan tni
Prajurit AU Tewas, Menhan Panggil Tiga Kepala Staf TNI
Ryamizard Ryacudu (tengah). Foto: Septianda Perdana/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meyayangkan insiden pengeroyokan sesama anggota TNI yang menewaskan seorang prajurit TNI AU. Peristiwa itu, kata Ryamizard, sangat memprihatinkan.

"Ini sangat sangat tidak boleh terjadi," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2015).

Karena itu, pihaknya, meminta agar TNI mengusut tuntas kasus itu. Mantan KASAD itu berencana akan memanggil tiga kepala staf TNI untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Dia meminta tak ada lagi konflik kekerasan di tubuh TNI. "Kita usut usut usut kita harus tahu kebenaran jangan sembarangan menyimpulkan," tukasnya.

Sebelumnya Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal Doni Monardo membenarkan beberapa anggotanya mengeroyok empat prajurit TNI Angkatan Udara, di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Saat ini, Kopassus memastikan sudah lima anggotanya yang diserahkan ke Detasemen Polisi Militer, Solo. Jika ada lagi yang terindikasi terlibat, ia tak segan mengirimkannya ke Denpom.

Akibat dari pengeroyokan itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, 39, berpangkatnya Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Zulkifli sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.

Satu rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri. Sedangkan, dua anggota TNI AU lain yang juga menjadi korban, masih melakukan rawat jalan di Solo, Jawa Tengah.


(KRI)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

3 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /