Meningkat Tidak Wajar, BEI Pantau Saham Eagle High Plantations

Dian Ihsan Siregar    •    03 Juni 2015 17:57 WIB
unusual market activity
Meningkat Tidak Wajar, BEI Pantau Saham Eagle High Plantations
Ilustrasi aktivitas di bursa saham -- FOTO: Antara/Kornelis

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengawasi pergerakan saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Hal itu dikarenakan saham BWPT mengalami peningkatan harga dan aktivitas saham yang yang tidak wajar.

"Hal ini karena adanya peningkatan harga dan aktivitas saham BWPT yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya atau unusual market activity (UMA)," ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy, mengutip laporan BEI, Rabu (3/6/2015).

Menurut Irvan, otoritas bursa telah meminta konfirmasi terhadap manajemen BWPT terkait UMA tersebut. Perusahaan tercatat telah memberikan keterbukaan informasi melalui IDX pada 26 Mei 2015.

Informasi terakhir yang dipublikasikan oleh bursa adalah informasi tanggal 28 Mei 2015 melalui IDX Net mengenai pengunduran diri Direktur perseroan. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BWPT, dia menjelaskan, bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu, Irvan berharap agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Pengumuman UMA, lanjut Irvan, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal.


(AHL)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

2 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /