Dirjen Dikti Akui Pangkalan Data Belum Mumpuni

Githa Farahdina    •    03 Juni 2015 22:30 WIB
ijazah palsu
Dirjen Dikti Akui Pangkalan Data Belum Mumpuni
Kampus STIE Adhy Niaga di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: MI/ Immanuel Antonius).

Metrotvnews.com, Jakarta: Praktik transaksi jual beli ijazah palsu menuai reaksi keras masyarakat. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pun diserang pertanyaan mengapa kasus ini baru terungkap sekarang.

Dirjen Dikti Supriyadi mengaku, sistem yang dimiliki pemerintah selama ini belum memadai.

"Karena pangkalan data baru firm pada April 2014," kata Supriyadi, Rabu (3/6/2015).

Sebelumnya, pihak Dikti mengaku tak memiliki sistem yang cukup untuk mendeteksi universitas mana yang benar dan mana yang abal-abal.

"Sebelumnya kita belum punya sistem yang kuat," tambah Supriyadi.

Pihak Kemenristek Dikti telah melakukan sidak terhadap dua universitas di Jabodetabek dua pekan lalu. Keduanya adalah STIE Adhy Niaga dan Universitas Berkeley.

Dari hasil sidak, STIE Adhy Niaga diberikan tiga sanksi, yakni tak boleh menerima mahasiswa baru dan atau pindahan, tak boleh melakukan aktivitas perkuliahan dan tak diperkenankan menyelenggarakan wisuda. Sementara kasus Barkeley telah diserahkan ke pihak Polri.




(MEL)

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions
Liga Champions 2017--2018

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions

20 hours Ago

Bek Barcelona Gerard Pique berharap timnya bisa bertemu Manchester City di Liga Champions musim…

BERITA LAINNYA
Video /