Sutan Minta KPK Usut Ibas

Renatha Swasty    •    04 Juni 2015 16:39 WIB
sutan bhatoegana
Sutan Minta KPK Usut Ibas
Sutan Bhatoegana. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana geram. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengusut korupsi hampir Rp4 triliun dari perusahaan milik rekanan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Padahal korupsi itu, kata Sutan, tak ada apa-apanya dibanding pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang dituduhkan padanya.

"Ibu majelis, kesaksian di BAP Pak Rudi, saya sampaikan semua. Tolong dibukakan, kesaksian BAP saya. Di sana dijanjikan oleh Pak Budi Agung Nugroho sebagai penyidik, 'Pak Sutan, saya salut sama Bapak. Tiga atau lima yang saya tanyakan, hampir lima puluh bapak jawab semua'. Termasuk pertemuan Bimasena, termasuk di Ayam Goreng Kalasan, Raflesia, di mana Pak Rudi ditunggu saudara Ibas bersama saya," ujar Sutan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).

"Saya khawatir Deni Kaimana, yang sudah dicekal, sama Eka dicekal, tidak pernah di BAP oleh KPK. Ada apa?" pungkas Sutan.

Sutan bercerita, ia bertemu dengan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan dua teman Ibas, Eka Putra dam Deni di Bimasena, Jakarta, sekira Juli 2013.

"Begini, kan tadi saya bilang, yang ngontak saya itu Eka, mengatasnamakan Ibas. Dia bilang Mas Ibas mau ketemu, kalau enggak bisa ketemu Mas Ibas ketemu temannya si Deni, ketemu lah kami," ungkap Sutan.

Dalam pertemuan itu, Sutan mengaku perusahaan milik rekanan Ibas minta dimenangkan, dan PT Timas minta dikalahkan dalam tender di SKK Migas. Saat itu, Sutan juga ditawarkan sejumlah uang.

"Itu membicarakan 'mengalahkan yang menang dan memenangkan yang kalah', kenapa saya dilibatkan, kalau mau. Lakukan. Saya disogok loh, saya pertama disogok USD5 juta, saya enggak mau, ditambah lagi USD5 juta. Saya baru tahu, saya dapat Rp100miliar, mereka dapat Rp4 triliun," ungkap Sutan.

Sutan juga mengaku, guna mempertahankan kemenangan PT Timas, ia mengontak Rudi Rubiandini. Sebab, surat penunjukkan pemenang sudah ada, hanya saja belum ditandatangani.

Dalam sidang pun, Rudi mengaku dikontak Sutan supaya mengawal PT Timas. "Pak Sutan SMS supaya PT Timas dikawal, supaya yang tendernya sudah rendah tidak dikalahkan," ujar Rudi.

Meski demikian, Sutan merasa benar. Sebab, ia telah mempertahankan kebenaran. Ia berharap KPK segera mengusut perusahaan rekanan Ibas yang telah berbuat korupsi banyak.

"Kan yang menang itu PT Timas, dibilang itu perusahan saya, kan enggak terbukti, bukan soal Timas, yang kita bela yang benar, yang benar siapa, Timas." pungkas dia.


(KRI)

Video /