Tunggu Sutan Divonis, KPK Siap Garap Ibas

Yogi Bayu Aji    •    04 Juni 2015 19:32 WIB
sutan bhatoegana
Tunggu Sutan Divonis, KPK Siap Garap Ibas
Edhi Baskoro Yudhoyono. Foto: Rossa Panggabean/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK tak mau buru-buru menyikapi keterangan bekas Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana yang menuding Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terlibat dugaan suap SKK Migas. Lembaga antikorupsi itu masih perlu menunggu putusan pengadilan yang berkuatan hukum tetap terhadap Sutan untuk membidik Ibas.

"Ada tidaknya keterlibatan seseorang, semuanya sangat tergantung dengan pertimbangan dan putusan pengadilan," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji kepada Metrotvnews.com, Kamis (4/6/2015).

Dia pun belum mau berbicara banyak soal keterlibatan Ibas di kasus ini. KPK, kata dia, masih melihat fakta yang ada di persidangan. "Kasus Sutan Bhatoegana kan sedang berjalan di pengadilan," kata Pakar Hukum Pidana tersebut.

Sebelumnya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Sutan Bhatoegana geram terhadap KPK. Sebab, lembaga antikorupsi tidak mengusut dugaan korupsi hampir Rp4 triliun dari perusahaan milik rekanan Ibas. Padahal kasus itu, kata Sutan, tak ada apa-apanya dibanding pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang dituduhkan padanya.

"Ibu majelis, kesaksian di BAP Pak Rudi, saya sampaikan semua. Tolong dibukakan, kesaksian BAP saya. Di sana dijanjikan oleh Pak Budi Agung Nugroho sebagai penyidik, 'Pak Sutan, saya salut sama Bapak. Tiga atau lima yang saya tanyakan, hampir lima puluh bapak jawab semua'. Termasuk pertemuan Bimasena, termasuk di Ayam Goreng Kalasan, Raflesia, di mana Pak Rudi ditunggu saudara Ibas bersama saya," ujar Sutan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis siang.

"Saya khawatir Deni Kaimana, yang sudah dicekal, sama Eka dicekal, tidak pernah di BAP oleh KPK. Ada apa?" pungkas Sutan.

Sutan mengaku bertemu dengan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan dua teman Ibas, Eka Putra dam Deni di Bimasena, Jakarta, sekira Juli 2013. "Begini, kan tadi saya bilang, yang ngontak saya itu Eka, mengatasnamakan Ibas. Dia bilang Mas Ibas mau ketemu, kalau enggak bisa ketemu Mas Ibas ketemu temannya si Deni, ketemu lah kami," ungkap Sutan.

Dalam pertemuan itu, Sutan mengaku perusahaan milik rekanan Ibas minta dimenangkan, dan PT Timas minta dikalahkan dalam tender di SKK Migas. Saat itu, Sutan juga ditawarkan sejumlah uang.

"Itu membicarakan 'mengalahkan yang menang dan memenangkan yang kalah', kenapa saya dilibatkan, kalau mau. Lakukan. Saya disogok loh, saya pertama disogok USD5 juta, saya enggak mau, ditambah lagi USD5 juta. Saya baru tahu, saya dapat Rp100miliar, mereka dapat Rp4 triliun," ungkap Sutan.

Politik Partai Demokrat itu menjelaskan, guna mempertahankan kemenangan PT Timas, dia mengontak Rudi Rubiandini. Sebab, surat penunjukkan pemenang sudah ada, hanya saja belum ditandatangani.

Dalam sidang pun, Rudi mengaku dikontak Sutan supaya mengawal PT Timas. "Pak Sutan SMS supaya PT Timas dikawal, supaya yang tendernya sudah rendah tidak dikalahkan," ujar Rudi.

Meski demikian, pria yang terkenal dengan istilah 'Ngeri-ngeri Sedap' merasa benar. Dia berharap KPK segera mengusut perusahaan rekanan Ibas yang telah berbuat korupsi banyak.

"Kan yang menang itu PT Timas, dibilang itu perusahan saya, kan enggak terbukti, bukan soal Timas, yang kita bela yang benar, yang benar siapa, Timas." pungkas dia.


(KRI)


Alasan Bima Sakti Simpan Andritany
Penyisihan Grup B Piala AFF 2018

Alasan Bima Sakti Simpan Andritany

7 hours Ago

Bima pun angkat bicara soal keputusan menyimpan Andritany. Ia mengambil keputusan tersebut lant…

BERITA LAINNYA
Video /