Computex 2015

Lebih Dekat dengan AMD Carrizo

Insaf Albert Tarigan    •    04 Juni 2015 21:38 WIB
computex 2015
Lebih Dekat dengan AMD Carrizo
AMD meluncurkan APU generasi ke-6 yang mereka sebut Carrizo

Metrotvnews.com, Taipei: Meroketnya popularitas dan penggunaan ponsel pintar dan tablet pada kenyataannya tak membuat orang bisa lepas dari notebook. Justru, ia kian populer menjadi penghubung dari semua perangkat yang biasa kita gunakan: ponsel, tablet, kamera, dan lain-lain. Dan tentu saja, kita masih membutuhkan notebook saat ingin bermain game dengan nyaman.

Jika dilihat lebih dekat, pasar notebook secara garis besar terbagi menjadi tiga: low-end, mainstream dan high end. AMD mendefenisikan kelas menengah alias mainstream itu berdasarkan rentang harga antara USD400-USD700. Kevin Lensing, Senior Director Product Management AMD, mengatakan, notebook dengan rentang harga tersebut mendominasi pasar saat ini; pangsanya 38 persen, disusul notebook di atas USD700 sebanyak 31 persen dan kurang dari USD400 sebesar 31 persen.



Karena itu, AMD menjadikan ceruk pasar terbesar ini sebagai sasaran utama ketika memperkenalkan Accelerated Processing Unit (APU) terbaru yang mereka namai Carrizo di Computex 2015, Taipei, Rabu, 3 Juni. Sebelum bicara hal-hal teknis, Kevin menunjukkan keunggulan Carrizo dalam aktivitas sehari-hari yang dilakukan banyak pengguna notebook: bekerja dengan Microsoft Office, menonton video streaming, mengedit foto atau video dan bermain game online terpopuler di dunia saat ini.

Keunggulan yang dia maksud tentu saja jika dibandingkan dengan pemimpin pasar saat ini, Intel. Kevin menjelaskan, Carrizo unggul dalam hal streaming video beresolusi 4K berkat keberadaan HEVC atau High Efficiency Video Coding/H.265. HEVC secara otomatis mengkompres ukuran file video sehingga lebih lancar ketika disiarkan.



HEVC juga akan menjadi standar baru dalam industri karena perusahaan besar, termasuk Microsoft akan mengadopsinya di Xbox One. Saat mengembangkan Carrizo, AMD juga bekerjasama dengan Microsoft untuk membuatnya optimal digunakan di Windows 10 dan DirectX 12. Hasilnya, menurut AMD, Carrizo sudah siap pakai ketika Microsoft benar-benar merilis sistem operasi tersebut.



Yang menarik dari penaparan Kevin adalah, kemampuan notebok kelas mainstream AMD akan setara dengan kelas high end. Hal tersebut tentu penting bagi konsumen di Indonesia yang "sensitif" harga.

Beralih ke arsitektur, AMD Carrizo sebenarnya masih dibuat dengan fabrikasi 28nm yang sudah kita lihat sejak zaman Kabini dan Temash pada tahun 2013. Sebagai perbandingan, sehari sebelumnya Intel mengumumkan Broadwell yang sudah menggunakan fabrikasi 14nm. Logikanya, semakin kecil ukurannya maka kian irit daya dan kian besar tenaganya. Perbedaan besar ini wajar saja karena AMD tak bisa bergantung pada ukuran fabrikasi karena tak punya fasilitas seperti Intel. Di sisi lain, Intel juga seperti mengikuti apa yang di dunia IT dikenal sebagai "Moore's Law".

Namun, AMD melakukan terobosan dengan tetap mempertahankan ukuran Carrizo sama dengan pendahulunya, Kaveri, tetapi performanya jauh meningkat. Tentu saja, mereka melakukan banyak modifikasi untuk mencapai hal tersebut.



Caranya, mereka memampatkan seluruh komponen dengan teknologi yang disebut "High Density Library". Agar lebih mudah dipahami, ini sama saja dengan mengisi kamar 2x2 meter dengan 10 orang, kemudian menyuruh semua orang tersebut berdiri serapat mungkin hingga menyisakan ruang kosong yang lebar.

AMD berhasil menambah ruang kosong itu sebesar 23 persen yang pada saat bersamaan juga mengurangi konsumsi dayanya hingga 40 persen. Walhasil, mereka bisa menambahkan komponen lain untuk mendongkrak performa. Sebagai perbandingan, Carrizo menggunakan 3,2 miliar transistor, naik sekitar 29 persen dari Kaveri dengan rentang Thermal Design Power (TDP) 12Watt dan 35Watt.



APU Carrizo sudah menggabungkan CPU, GPU, memory controller, southbridge, northbridge, PCIe controller dan HEVC sekaligus. CPU Carrizo masih empat inti berbasis mikroarsitektur Excavator, sedangkan GPU-nya menggunakan 8 Graphics Core Next.

Untuk mengurangi konsumsi daya, mereka juga membagi dua modul L2 cache masing-masing 1MB, turun dari sebelumnya 2MB, dan di sisi lain meningkatkan L1 cache menjadi 32KB per core, 64KB per modul atau naik dua kali lipat dari seri sebelumnya.

Peningkatan performa Carrizo dalam penggunaan sehari-hari tak bisa dikukur dengan tepat. Karena itu, kita tetap membutuhkan benchmark, seperti 3DMark atau Cinebench. Berdasarkan pengujian AMD, performa Carrizo naik sekitar 9-13 persen dari sisi Instruction Per Clock (IPC). Secara keseluruhan, mereka mengklaim skor benchmark-nya naik 55 persen dibanding generasi sebelumnya. Itu angka yang besar mengingat fabrikasi yang tetap 28nm.





Pemotongan konsumsi daya juga tak terlepas dari keputusan AMD untuk mengubah pemrosesan video. Sebelumnya, mereka menggunakan tiga proses. Pertama, Unified Video Decoder atau bagian khusus pada GPU yang bertugas untuk decoding video mengirim data ke system memory, dan hasilnya kemudian dibaca GPU untuk mengukur prosesnya. Data itu dikirim lagi ke system memory, dan dibaca layar sebagai video.

Nah, di Carrizo, mereka mempersingkat proses menjadi: UVD mengirim data secara langsung ke system memory dan dibaca oleh layar. Hal ini berlaku juga ketika perangkat me-render video game. Itulah sebabnya performa Carrizo ketika bermain game bisa diandalkan.

AMD Carrizo juga merupakan APU pertama yang telah mendukung teknologi Heterogeneous System Architecture (HSA) 1.0. Untuk Anda yang belum tahu, teknologi ini dibuat oleh HSA Foundation, di mana AMD menjadi salah satu anggotanya. Inti dari HSA sebenarnya mirip dengan apa yang AMD sebut sebagai APU, yaitu menggabungkan CPU dan GPU bersama prosesor lain agar dapat bekerja secara paralel, sehingga mempercepat prosesnya secara keseluruhan.



Dalam praktiknya berarti, sebuah aplikasi dapat mengakses CPU dan GPU secara bersamaan, bukan secara terpisah-pisah. Hasilnya, seperti dicontohkan AMD, aplikasi semacam Adobe Premiere bisa berjalan 6,5 kali lebih cepat, Adobe Photoshop 17 kali lebih cepat.


Kaya Fitur
Seperti Kaveri, Carrizo juga memungkinkan vendor notebook untuk menambahkan Gesture Control. AMD juga menambahkan fitur Looking Glass yang sangat berguna untuk mereka yang berkutat dengan dunia editing video.

Looking Glass bisa Anda gunakan untuk mengenali wajah orang tertentu secara otomatis. Misalnya, ketika merekam video, Anda ingin menghilangkan wajah seseorang dari awal sampai akhir; Looking Glass dapat melakukannya secara otomatis.



Dari sisi keamanan, AMD menjamin Carrizo memiliki standar tinggi berkat prosesor khusus. Prosesor tersebut berbasis ARM Cortex A-5 yang memiliki ROM dan SRAM terisolasi, tetapi masih dapat mengakses ke sistem memori. Fitur semacam ini mungkin tak terlalu penting bagi pengguna awam, tetapi krusial bagi pengguna bisnis.

Perlu diingat, meski AMD memaksimalkan potensi Carrizo di segmen 15 Watt, mereka juga masih memperhatikan seri dengan konsumsi daya 35Watt. Berikut anggota keluarga Carrizo selengkapnya.



Notebook yang menggunakan AMD Carrizo akan tersedia pada Q3 2015 dari sejumlah vendor: ASUS, Lenovo, Acer, HP, Dell dan lain-lain. Jika pemaparan AMD sesuai dengan kenyataan di produk komersil, mereka akan menjadi pilihan sangat menarik. Satu-satunya penghalang terbesar adalah mispersepsi: bahwa AMD tak cukup bagus dibanding Intel.


(ABE)