Ini Logo Baru PSG Musim Depan

- 23 Februari 2013 02:05 wib
<p>http://www.goal.com</p>

http://www.goal.com

Metrotvnews.com: Paris Saint-Germain telah merilis logo baru yang akan dipakai pada musim depan. Menurut laman resmi PSG, logo ini menggambarkan etos kerja klub dan menandai pergantian logo untuk yang kali ketujuh sejak tahun 1970.

“Seperti klub-klub besar di dunia, Paris Saint-Germain – atas permintaan dari presiden Nasser Al-Khelaifi – memilih untuk melanjutkan perubahan identitas klub. Warna logo telah dicerahkan dan ditambah dengan sentuhan emas. Menara Eiffel menjadi detak jantung dalam logo. Hasilnya, sebuah brand yang abadi,” ujar statement resmi klub.

“Pergantian logo ini menjadi batu loncatan sebagai perwujudan ambisi kami untuk membawa PSG sebagai salah satu brand olahraga terbesar di dunia,” kata Al-Khelaifi.

Meski demikian, banyak pihak yang mengatakan logo ini terlalu menekankan pada Kota Paris dan mengurangi makna sejarah, karena adanya penghilangan angka ‘1970’ sebagai tahun berdirinya klub, serta dihilangkannya gambar palungan sebagai penanda tempat kelahiran Raja Louis XIV.

Meski demikian, direktur umum PSG Jean-Claude Blanc menjelaskan bahwa perubahan ini merubakan sebuah re-brand yang telah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Kami ingin mengombinasikan ‘Paris’ dengan ‘PSG’,” ujarnya.(goal/Dni)

()

INGGRIS
SPANYOL
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.