Menperin: Berdayakan IKM, Perkecil Defisit Industri Nonmigas

Husen Miftahudin    •    05 Juni 2015 10:18 WIB
industri kecil menengah
Menperin: Berdayakan IKM, Perkecil Defisit Industri Nonmigas
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan industri nonmigas pada Januari 2015 defisit cukup besar. Pada Janurai tahun ini sebesar USD0,63 miliar atau turun 40,44 persen dibanding periode yang sama di 2014 sebesar USD1,06 miliar.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan, pihaknya terus memperkecil kinerja perdagangan industri nonmigas. Salah satunya dengan memberdayakan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan bagian penting dalam perkembangan industri nasional.

Ia menjelaskan, IKM menyumbang 34,56 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas secara keseluruhan. Angka ini tercapai karena dukungan 3,6 juta unit usaha yang merupakan 90 persen dari total unit usaha industri nasional. Selain itu, serapan tenaga kerja IKM yang mencapai 10,3 juta orang juga berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional serta mengurangi kemiskinan.

"IKM juga lihat, gesit, dan tahan terhadap krisis. Apalagi IKM kerajinan, kreativitas pelakunya seperti tidak habis-habis karena bisa memadukan yang modern dan sekaligus memodifikasi motif berbasis budaya lokal," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Menurut data Kemenperin, hingga 2013 IKM kerajinan jenis bordir dan sulaman tercatat sebanyak 23.194 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 80.380 orang serta nilai ekspor mencapai USD13,59 juta. Sedangkan jumlah IKM kerajinan anyaman mencapai 933.389 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 1,87 juta orang dan nilai ekspor mencapai USD59,48 juta.

Sementara IKM kerajinan kayu sebanyak 42.302 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 124.976 orang dan nilai ekspor mencapai USD120,04 juta. IKM gerabah dan keramik hias sebanyak 34.698 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 150.273 orang dan nilai ekspor mencapai USD38,11 juta. Sedangakan, IKM batu mulia dan perhiasan tercatat 40.774 unit usaha yang menyerap tenaga kerja 114.628 orang dan nilai ekspor mencapai USD78,93 juta.

"Pelaku industri kerajinan dapat mendorong pemerintah daerah melakukan sinergi dengan perusahaan-perusahaan besar yang di daerah untuk mempercepat pengembangan dan membuka akses pemasaran," pungkas Saleh.

Sementara itu Dirjen IKM Kemenperin, Euis Saedah mengungkapkan, pihaknya terus mengembangkan industri kerajinan dengan mengamankan jaminan pasokan bahan baku kayu, rotan, logam, bambu, pandan, mendong dan benang.

"Kami juga ingin memperbaiki mutu, desain dan diversifikasi produk dengan perkuatan dan pemanfaatan Unit Pendampingan Langsung (UPL) IKM. Selain itu juga akan intensif mengembangkan kemasan siap pakai untuk produk kerajinan dan modernisasi mesin dan peralatan serta proses produksi," tutup Euis.


(AHL)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

10 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /